Bathysphere, Alat Canggih Penjelajah Dasar Laut

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalamnya lautan yang menyimpan banyak misteri sudah menarik perhatian dan rasa ingin tahu manusia sejak lama. Didorong oleh hal tersebut, manusia kemudian berinovasi menciptakan berbagai teknologi yang memungkinkan mereka untuk menjelajahi laut dalam dan mencari tahu ada apa di sana.
Salah satu penemuan monumental manusia dalam teknologi penjelajahan laut adalah Bathysphere, semacam kendaraan bawah laut. Berbeda dengan kapal selam biasa yang lebih dikenal luas, Bathysphere memiliki keunggulan berupa daya jelajah laut yang lebih dalam. Pada tahun 1930-an saat Bathysphere dibuat, kapal selam hanya bisa menyelam tidak sampai 400 kaki. Sementara itu, Bathysphere bisa menyelam hingga kedalaman ribuan kaki.
Bathysphere diciptakan sebagai alat untuk mengetahui dan mempelajari kehidupan makhluk hidup di laut dalam. Keberadaan Bathysphere tak bisa dilepaskan dari sosok Otis Barton dan William Beebe. Barton merupakan orang yang mendesain Bathysphere, sementara Beebe merupakan ilmuwan yang masuk ke dalam alat tersebut dan menggunakannya untuk menjelajahi kedalaman laut.
Pada 27 Mei 1930, Barton dan Beebe melakukan penyelaman pertama di laut Bermuda. Saat itu, Bathysphere dikaitkan ke kapal milik angkatan laut Inggris menggunakan sebuah kabel logam panjang. Bathysphere dengan Beebe di dalamnya kemudian dimasukkan ke dalam laut. Bertahun-tahun setelahnya, sejumlah penyelaman pun terus dilakukan dengan kedalaman yang semakin jauh.
Bagaimana Bathysphere bisa menjadi alat yang begitu handal untuk mengarungi laut dalam. Kuncinya ada di berbagai teknologi canggih yang dimilikinya. Di dalam Bathysphere terdapat berbagai peralatan seperti telepon, lampu listrik, oksigen, dan kalsium klorida untuk menyerap karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia yang menaikinya. Ada pula dua jendela yang digunakan untuk mengamati suasana di sekitar. Kekokohan material pun diperhatikan untuk mencegah kebocoran. Mengingat di dalam lautan tekanan air begitu kuat, kebocoran sekecil apapun akan berbahaya karena air akan menyembur seperti tembakan dengan kekuatan besar hingga bisa melukai orang.
Sumber: sciencesource.com | britannica.com | amusingplanet.com
