Benarkah Cleopatra Mati karena Gigitan Ular Berbisa?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah kehidupan Cleopatra memang terkesan selalu dramatis, begitu pula dengan cerita kematiannya. Setelah Ratu Mesir dan kekasihnya, Jenderal Romawi yang bernama Mark Antony, melihat pasukan gabungan mereka hancur dalam Pertempuran Aktium pada 31 SM, mereka pun memilih mundur ke Alexandria.
Beberapa bulan kemudian, oleh pasukan Romawi Oktavianus di gerbang kota, Antony pun dikalahkan. Begitu pula dengan Cleopatra, dihadapkan dengan kemungkinan kehilangan kerajaannya. Dalam keterdesakan ini, Cleopatra disebut melakukan bunuh diri pada 10 Agustus 30 Sebelum Masehi (SM), dengan membiarkan ular berbisa menggigitnya dan juga kedua pelayannya.
Namun, apakah kematiannya dengan cara itu benar-benar terjadi?
Banyak teori yang membahas tentang kematian Cleopatra, termasuk oleh gigitan ular berbisa, di antaranya disebabkan oleh ular kecil atau ular kobra mesir. Hanya saja, ada masalah dalam teori tersebut. Menurut ahli Ilmu Mesir Modern, kobra biasanya memiliki panjang setidaknya lima kaki dan dapat tumbuh hingga delapan kaki, itu terlalu besar untuk diselundupkan ke dalam sekeranjang buah ara. Selain itu, gigitan ular tidak akan langsung membunuh korbannya. Mereka akan mati secara perlahan dan merasakan kesakitan terlebih dahulu.
Teori lain menyebutkan bahwa Cleopatra meracuni dirinya sendiri hingga mati, dengan meminum ramuan herbal yang telah dicampur racun, atau mengoleskan salep beracun. Cara ini dinilai lebih cepat membunuh dibandingkan dengan gigitan ular berbisa.
Meskipun begitu, tetap saja kebenaran yang sesungguhnya masih tetap sulit dipahami. Dengan tidak adanya saksi mata pada saat kejadian dan tidak ada satupun catatan yang menceritakan kematian Cleopatra, banyak orang-orang yang kemudian menjadikan Oktavianus menjadi tersangkanya. Oktavianus tentu saja menginginkan Cleopatra mati, karena Cleopatra sendiri merupakan ratu yang dapat menimbulkan ancaman potensial terhadap dominasinya di Mesir.
Setelah ketiadaan sang ratu dan kekasihnya, Oktavianus kemudian menjadikan Mesir sebagai provinsi Romawi, dengan dirinya sebagai kaisar (dan mengubah namanya menjadi Augustus). Dalam memoarnya, Oktavianus atau Augustus memastikan versinya tentang Cleopatra yang melakukan bunuh diri dengan ular berbisa akan terus menjadi sejarah selama berabad-abad mendatang.
Sumber: history.com | ancient-origins.net | telegraph.co.uk
