News
·
15 Januari 2020 12:43

Benarkah Wanita Menjadi Penyebab Pria Jadi Suka Bercukur?

Konten ini diproduksi oleh Absal Bachtiar
Benarkah Wanita Menjadi Penyebab Pria Jadi Suka Bercukur?  (177853)
Foto: Pria yang sedang bercukur
Tren rambut klimis pada pria telah terjadi beberapa ribu abad yang lalu. Tren ini menyebabkan pria senang mencukur rambut, kumis dan jenggotnya, membuatnya tampak lebih fresh atau muda. Baru-baru ini para peneliti menemukan bukti yang memperkuat tren rambut klimis, dan itu disebabkan oleh wanita.
ADVERTISEMENT
Penelitian yang diterbitkan oleh Royal Society Publishing mengungkapkan kecenderungan penyebab rambut klimis berasal dari wanita. Wanita adalah makhluk yang sensitif terhadap bau dan hal-hal kotor menyebabkan manusia (terutama dalam hal ini kaum pria) berevolusi memiliki sedikit rambut. Para peneliti mengujicobakan tingkat sensitifitas ini kepada partisipan wanita dari Amerika Serikat. Partisipan itu diminta untuk menilai daya tarik dari 30 wajah pria yang akan diajak berhubungan jangka panjang dan jangka pendek, serta seberapa jijik mereka dengan gambar parasit. Hasilnya, peneliti mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki tingkat jijik yang tinggi cenderung menyukai wajah pria yang dicukur bersih.
Benarkah Wanita Menjadi Penyebab Pria Jadi Suka Bercukur?  (177854)
Foto: Gambaran tentang nenek moyang manusia
Penelitian ini tentu menambah bobot pada "hipotesis penghindaran ektoparasit" (adalah parasit yang hidup di luar tubuh inangnya. Caplak, kutu, pinjal, tungau, lalat, dan nyamuk merupakan ektoparasit). Itulah mengapa gagasan bahwa nenek moyang purba yang dulunya berbulu, seiring waktu mulai menghilangkan rambut tubuh karena wanita suka menghindari pria yang terlalu berbulu, untuk mengurangi risiko tertular ektoprasit. Keadaan ini mengungkapkan adanya seleksi seksual yang menyebabkan manusia kurang berbulu seiring berjalannya waktu.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, penelitian terbaru ini merupakan hasil hipotesis yang berbeda dari penelitian sebelumnya, dimana ada kecendrungan wanita lebih suka pria berewokan, dengan tunggul tebal. Penelitian itu didapat berdasarkan faktor mode rambut wajah, jumlah pria berewok lebih tinggi di kota-kota dengan populasi yang lebih besar dan harapan hidup yang tinggi. Faktor ini juga didukung oleh penilaian kaum wanita yang memilih pria berewokan untuk hubungan jangka panjang. Pria dengan rambut wajah digambarkan lebih maskulin, percaya diri, rajin, dermawan dan tulus.
Kendati begitu, menurut tim, penelitian terbaru mereka tentang "penyebab rambut klimis" masih perlu dikombinasikan dengan faktor lain seperti sosial, ekonomi, ekologi dan tren mode. Tim belum mau menarik terlalu banyak kesimpulan sebelum penelitian lanjutan yang dapat memperkuat hipotesis mereka. Tidak hanya itu, menurut mereka, penelitian ini hanya dilakukan kepada partisipan wanita dari Amerika Serikat, dan, oleh karena itu belum mencerminkan pilihan masyarakat lain. Jadi bagi Anda yang ingin menumbuhkan jenggot atau kumis di wajah tidak perlu khawatir, pria berewokan masih tetap menawan dimata wanita.
ADVERTISEMENT
Sumber: theguardian.com | mirror.co.uk | newsweek.com