Berapa Banyak Hewan Artropoda di Rumah Kita?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Foto: Wikimedia Commons)
Sembari duduk menikmati teh hangat atau secangkir kopi di dekat jendela, terkadang kita diganggu lalat yang berterbangan. Lalu, saat sedang membersihkan rak-rak buku dan baju bekas di lemari usang, kita dapat menemukan serangga, contohnya laba-laba. Kemudian, kita pergi ke dapur dan malah berpapasan dengan semut atau kecoa.
Andai saja kita cukup rajin untuk mencatat dan menghitung setiap pertemuan dengan hewan-hewan itu, berapa banyak artropoda yang hidup di rumah kita? Menurut penelitian dari ahli ilmu serangga California Academy of Sciences (yang dilansir dalam jurnal Scientific Reports tahun lalu), rata-rata rumah dihuni oleh sekitar 100 ekor artropoda.
Memang sangat banyak, tetapi itu sebenarnya tidak mengejutkan. Cobalah lihat lebih detail, bukan hal mustahil jika di kasur dan sofa kita terdapat banyak kutu, tumbuh larva dan nyamuk di saluran pembuangan air, lipan di dekat rak sepatu, dan masih banyak lagi.
“Kami baru mulai menyadari--dan mempelajari--bagaimana rumah yang kita bangun ternyata menciptakan habitat yang kompleks di dalam ruangan untuk beragam serangga dan hewan lainnya,” tutur Misha Leong, penulis utama dalam penelitian tersebut.
Kita pun kemungkinan berdalih bahwa tak mungkin ada 100 artropoda hidup di dalam rumah lantaran kondisi tempat yang sangat bersih. Faktanya, kebersihan tak terlalu berpengaruh terhadap eksistensi artropoda.
Terhitung hanya laba-laba yang gemar hidup di ruangan yang berantakan, sisanya dapat bertahan di mana saja. Terkadang, artropoda bahkan datang setelah kita baru saja membersihkan rumah, seperti lebah yang menyelinap lewat ventilasi rumah di siang hari atau ngengat di malam hari.
Sumber: washingtonpost.com | theguardian.com
