kumparan
14 Sep 2019 17:51 WIB

Burj Khalifa, Gedung Spektakuler yang Sempat Bikin Masalah

Foto: Burj Khalifa, gedung tertinggi di Dubai, Uni Emirat Arab
Tak diragukan lagi, Burj Khalifa adalah salah satu karya arsitektur paling gemilang sepanjang sejarah umat manusia. Dibuka sejak 201, menara yang terleak di kota Dubai, Uni Emirat Arab, itu memiliki 160 lantai setinggi 828 meter.
ADVERTISEMENT
Dengan ketinggian demikian, Burj Khalifa menjadi stuktur buatan manusia tertinggi dunia. Selain itu, rekor lain yang dipegang gedung ini adalah perumahan tertinggi di dunia (di lantai 140) dan hotel Armani pertama di dunia.
Inilah puncak kemegahan kota Dubai. Saat baru dibangun, nilai properti di pusat kota Dubai bahkan sudah melejit di mana fenomena ini disebut dengan "efek Burj Khalifa".
Kecanggihan struktur Burj Khalifa bahkan membuat perancangnya sendiri sempat tidak yakin dengan pembangunannya. Proses pembangunan pun berjalan dengan penuh tantangan. Para insinyur dan pekerja harus menghadapi masalah berupa ketinggian bangunan serta lokasinya yang kerap diterpa angin kencang.
Burj Khalifa memiliki berbagai fasilitas yang membuatnya seperti kota dalam bentuk vertikal. Di sana, terdapat perumahan, restoran, kantor, kolam renang, hingga lapangan tenis. Setiap harinya, rata-rata ada 6 ribu orang yang menempatinya.
Foto: Pemandangan diatas gedung Burj Khalifa
Terlepas dari segala kecanggihan dan kemegahannya, bukan berarti Burj Khalifa tidak menimbulkan masalah. Sejak setahun sebelum pembangunannya selesai, Dubai dililit utang besar. Untungnya daerah lain di Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, meminjamkan uangnya sehingga pembangunan pun bisa berjalan terus.
ADVERTISEMENT
Pinjaman uang dari Abu Dhabi juga menjadi asal-muasal nama Burj Khalifa. Nama itu diberikan untuk menghormati Sheikh Khalifa, penguasa Abu Dhabi yang kini menjadi Presiden Uni Emirat Arab.
Sumber: britannica.com | traveleering.com
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan