Burung Puffin Bisa Meramal Cuaca?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak dipungkiri, Puffin termasuk salah satu burung yang menjadi favorit banyak orang. Amat mudah untuk menyukainya, dengan paruh warna-warni bergaris-garis, bulu hitam dan corak putih, bentuk gemuknya, dan cara berjalannya yang lucu. Burung ini juga sangat setia, bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, dan hanya memiliki satu pasangan untuk tinggal bersama seumur hidup.
Walaupun menggemaskan, sejarah burung tersebut rupanya tidak selalu menyanngkan. Puffin memiliki cerita rakyat yang panjang dan misterius. Selama Abad Pertengahan para sarjana Muslim dan Yahudi tidak dapat mengidentifikasi burung ini kekeliruan mereka telah menyerukan agar puffin dibunuh.
Sementara dalam cerita rakyat Irlandia, posisi puffin lebih baik. Burung ini dianggap reinkarnasi dari para biarawan Celtic. Di Kepulauan Faroe, puffin juga dihormati sebagai 'saudara kecil' dari manusia.
Di Islandia, puffin bahkan dianggap sebagai peramal cuaca ahli, dengan suku asli Inuit dan Alaska mengira bahwa puffin memiliki kekuatan untuk mengubah pola cuaca dan menangkal badai. Anggapan unik didasarkan pada kebisaan si burung yang tak pernah takut berada dalam badai musim dingin yang parah di lautan. Puffin memang terkenal tangguh terhadap hantaman cuaca, oleh sebab itu dipercaya dapat mengendalikannya.
Tentu saja, tidak ada bukti sains yang bisa menguatkan kepercayaan tradisional itu. Satu hal yang pasti secara bukti kuat ialah: burung ini benar-benar lucu dan tangguh.
