Cacing Parasit Dapat Hidup di Dalam Otak Embrio Kadal

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baru-baru ini, para ilmuwan dikagetkan dengan ditemukannya seekor cacing parasit yang ada di dalam otak embrio kadal. Padahal, embrio tersebut masih berada di dalam cangkang dan waktu melahirkannya juga masih sangat lama. Lantas, bagaimana cara nematoda yang satu ini menyelinap ke dalam otak embrio kadal?
Sebuah studi yang ada pada jurnal The American Naturalist dan akan diterbitkan pada Mei 2020 nanti menjelaskan, bahwa nematoda parasit yang memangsa mamalia kadang-kadang dapat berpindah dari ibu ke anaknya melalui plasenta yang ada di dalam rahim atau dengan melalui asi setelah melahirkan.
Tetapi, sampai sekarang tidak ada yang berpikir bahwa reptil ternyata juga dapat mewariskan parasit mereka dari ibu ke anak, karena sebelumnya ilmuwan berpikir, bahwa reptil yang berkembang biak dengan cara bertelur, seperti kadal tentu akan kesulitan untuk mendapatkan penularan parasit tertentu.
“Saya terkejut ketika saya melihat sesuatu yang bergerak di otak embrio, padahal saya sudah lama membedah banyak telur kadal sebelumnya,” kata Nathalie Feiner, ahli biologi evolusi di Lund University, Swedia.
Saat mempelajari kadal (Podarcis muralis) di seluruh Eropa, Feiner dan rekan-rekannya secara rutin membedah dan memeriksa perkembangan setiap embrio kadal dan menyatakan bahwa semua embrio tersebut bebas cacing. Namun, ada satu populasi kadal di pegunungan Pyrenees yang ternyata dipenuhi dengan nematoda.
Dari hasil penelitian lebih lanjut, para peneliti kemudian memeriksa ibu-ibu kadal dan menemukan adanya nematoda yang menggeliat di ovarium mereka. Biasanya, nematoda hanya menyerang usus kadal saja, namun mereka beradaptasi untuk berkembang di dalam sistem reproduksi betina. Cacing parasit ini kemudian menyusup ke dalam embrio kadal yang sedang berkembang dan memasuki otak mereka sebelum kulit telur yang membungkus mereka menjadi keras.
Namun, peneliti nampaknya membiarkan embrio kadal yang terinfeksi tumbuh dewasa. Hal tersebut untuk meneliti apakah ada perilaku dan perubahan, baik secara fisik maupun genetik yang terjadi pada kadal-kadal yang dimana otak mereka sudah ditinggali oleh cacing parasit sebelumnya.
Sumber: sciencenews.org | phys.org | livescience.com
Sumber foto: commons.wikimedia.com
