Konten dari Pengguna

Casa do Penedo, Rumah Batu "The Flintstones" di Dunia Nyata

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar oleh Feliciano Guimarães | Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Feliciano Guimarães | Flickr

Dijuluki secara sensasional sebagai "real life Flintstones house", Casa do Penedo memang tampak dibangun oleh manusia purba jenius pada Zaman Batu. Saat melihatnya, kita seakan melihat arsitektur rumah dalam serial animasi The Flintstones telah diaplikasikan di dunia nyata. Struktur menakjubkan ini terletak di Wilayah Norte, di Portugal, dan telah memasuki usia tiga dekade semenjak dibangun.

Secara harfiah, "Casa do Penedo" berarti Rumah Batu. Sebutan yang didasarkan akan fakta bahwa ruangannya tepat berada di antara empat batu besar. Fitur empat batu besar ini berfungsi sebagai dinding dan langit-langit terhadap struktur, yang kehadirannya memungkinkan rumah untuk berbaur secara sempurna dengan lanskap di sekitarnya. Selain memanfaatkan batu sebagai bahan utama, rumah ini pun menggunakan kayu untuk jendela dan tangganya, dan besi untuk pintunya.

Rumah-rumah batu dalam film animasi The Flintstones | Wikimedia Commons

Pembangunan Casa do Penedo dimulai pada tahun 1972 dan selesai dua tahun kemudian, pada tahun 1974. Pembuatnya ialah seorang insinyur Portugis dari Kota Guimarães, yang terinspirasi untuk membangun sebuah rumah di Pegunungan Fafe (terletak di antara kotamadya Celerico de Basto dan Fafe) sebagai tempat rekreasinya di pedesaan. Untuk melengkapi ketenangan nuansa pedesaan, sebuah kolam renang diukir dari batu di dekat rumah ini.

Semenjak Casa do Penedo didirikan, banyak wisatawan menjadi tertarik untuk datang ke Pegunungan Fafe. Ketenaran rumah ini semakin meningkat ketika sering ditampilkan oleh media Portugis, serta di internet, dan juga muncul dalam film Portugis yang berjudul Moon. Alhasil, peningkatan jumlah wisatawan benar-benat tak terbendung dan membawa pengaruh yang kurang positif.

Gambar oleh José Henrique Félix Martins | Flickr

Rumah tersebut tidak bisa lagi mengayomi tujuan aslinya sebagai rumah rekreasi di pedesaan. Vitor Rodrigues, pemilik rumah saat ini, bahkan terpaksa pindah untuk menghindari kerumunan pengunjung yang penasaran ingin melihat propertinya. Sejak ia pindah, Casa do Penedo pun beralih fungsi menjadi museum kecil.

Ketenaran Casa do Penedo juga telah menarik perhatian para pengunjung yang kurang baik. Rumah ini sering kali menjadi sasaran para vandal, yang telah berkali-kali memecahkan jendela. Pemilik rumah mengklaim sampai harus mengganti jendela yang rusak ini sebanyak 20 kali.

Sebagai antisipasi terhadap tamu-tamu yang kurang ajar itu, jendela anti peluru pun dipasang. Selain itu, batang logam digunakan untuk memperkuat jendela. Sebagai tindakan pencegahan tambahan, pintu baja anti peluru juga dipasang untuk mencegah vandalisme di dalam rumah.