Konten dari Pengguna

Danau Huacachina, Oasis Penuh Pesona di Gurun Pasir Peru

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Foto: commons.wikimedia.org

Sebuah desa di Peru punya julukan Oasisnya Amerika. Bukan tanpa alasan julukan tersebut disematkan kepada desa bernama Huacachina itu. Sebab, desa Huacachina yang terletak di gurun pasir memiliki sebuah danau atau oasis di tengahnya.

Keberadaaan desa Huacachina erat dengan adanya sebuah mitos lokal mengenai asal-usulnya. Menurut mitos, di lokasi Huacachina dulunya ada seorang putri kerajaan diserang oleh para pemburu saat mandi di oasis Putri tersebut kemudian kabur dan bukit-bukit pasir tercipta di belakangnya saat ia lari untuk mencegah pemburu tidak mendekat. Bahkan ada cerita pula bahwa sang putri masih hidup di oasis sebagai putri duyung.

Huacachina saat ini dikenal sebagai destinasi wisata yang terkenal bahkan hingga di kalangan turis luar negeri. Biasanya, turis melakukan aktifitas seperti seluncur pasir atau berkendara keliling gurun.

Pemandangan di Huacachina memang memanjakan mata. Dari danaukita bisa melihat hamparan air berwarna biru kehijauan dan barisan pohon palem yang mengelilingi desa dengan diselingi bangunan restoran serta hotel.

Tepat di oasisnya sendiri, turis bisa menikmati keindahan desa melalui perahu. Jika ingin bermain air, berenang pun bisa dilakukan. Air di Danau Huacachina biasanya hangat namun masih lebih sejuk ketimbang udara pada siang hari.

Meski indah, masa depan Danau Huacachina dalam tanda tanya. Ketinggian air secara konsisten terus berkurang hingga masyarakat mencoba menambah airnya dengan mengalirkan dari sumber lain. Upaya ini tentu memakan biaya sehingga mempertahankan keindahan Oasis ini jelas tidak akan mudah.

sumber: atlasobscura.com | traveleering.com