Dengan Kulkas dan AC, Lingkungan di Sekitar Saya Justru Menjadi Lebih Panas?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baru saja tadi subuh saya terbangun dan segera berjalan cepat menuju dapur, karena lapar. Segera pula saya membuka kulkas, mengeluarkan beberapa bahan makanan, dan memasaknya. Sembari menunggu masakan matang, sambil melihat-lihat kulkas yang sudah lama tiak dibersihkan, saya tiba-tiba teringat akan ucapan guru semasa SMA: "Awas, kulkas dapat merusak Bumi." Agak aneh sebetulnya, ingatan ini seketika muncul.
Mungkin karena telah sejak lama sebetulnya saya bertanya-tanya ihwal ini (tetapi terlupakan berkali-kali), tentang pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) dan kulkas yang telah menjadi kebutuhan utama setiap orang. AC dapat membuat ruangan menjadi dingin dan sejuk, juga memungkinkan banyak orang untuk bekerja dengan nyaman. Sedangkan kulkas dapat menyimpan makanan dalam waktu yang lebih lama, sehingga tidak cepat basi. Namun, kabarnya, kedua sistem pendingin tersebut sangat berpotensi mencemari lingkungan. Benarkah?
Saya bukanlah ahli dalam bidang lingkungan, tetapi untungnya ada beberapa artikel yang membantu menjawab pertanyaan tersebut. Dari laporan BBC International, pencemaran yang terjadi terhitung sekitar 10 persen dari emisi CO2 secara global. Persentase tersebut tiga kali lipat lebih banyak dari pencemaran yang dihasilkan oleh penerbangan pesawat. Cukup banyak, bukan?
Memang, AC dan kulkas hanya menggunakan sedikit energi. Akan tetapi, alat-alat tersebut mengandung bahan kimia yang dapat berubah dari cairan dingin menjadi gas. Kemudian dari gas menjadi cairan lagi. Saat kembali berubah menjadi cairan, energi tersebut akan melepaskan panas ke sekitar lingkungan. Hal inilah yang membantu kenaikan suhu iklim di Bumi.
Jenis senyawa kimia yang paling umum digunakan dalam kedua mesin pendingin itu adalah chlorofluorocarbons, atau yang lebih dikenal sebagai CFC. CFC inilah yang kemudian juga akan menyebabkan lapisan ozon semakin menipis. Oleh sebabnya, ada upaya untuk menggantikan CFC dengan dua kelompok bahan kimia lain, yaitu hidrofluorokarbon (HFC) dan hidroklorofluorokarbon (HCFC).
Tetapi HFC dan HCFC juga punya masalahnya sendiri. Bahan kimia itu disebut-sebut juga dapat menciptakan masalah yang berbeda. Senyawa tersebut tidak dapat memecah molekul ozon dan menciptakan efek rumah kaca yang sangat kuat. Kapasitas mereka untuk masuk ke atmosfer, berpotensi menciptakan pemanasan global yang setara dengan ribuan kali lebih besar daripada karbon dioksida.
Tentu saja, jika satu-satunya orang yang punya AC dan kulkas hanya saya, semua dampak yang saya sebutkan tadi tidak akan terlalu signifikan. Sayangnya, ada lebih banyak orang yang jauh lebih mampu dari saya, yang mungkin di rumahnya memiliki AC dan kulkas yang lebih dari satu unit.
Kira-kira, ada solusi untuk masalah ini? Ganti merek pun sepertinya percuma, hanya gembar-gembor iklan saja yang menyebut produk AC dan Kulkas tertentu jauh lebih ramah terhadap lingkungan.
