kumparan
search-gray
News17 Maret 2020 17:51

Di Mana Titik Ledakan Bom Nuklir Nagasaki?

Konten kiriman user
Di Mana Titik Ledakan Bom Nuklir Nagasaki? (65518)
Foto: commons.wikimedia.org
Tanggal 9 Agustus 1945 menjadi tanggal yang menyimpan sebuah tragedi besar yang terjadi pada Jepang. Nagasaki, menjadi salah satu kota yang dibom dengan sengaja oleh pihak Angkatan Udara Amerika Serikat, setelah sebelumnya mereka juga membom kota lain di Jepang, yaitu Hiroshima. Alhasil, kedua kota tersebut luluh lantak, rata dengan tanah. Namun, apakah kamu tahu dimana titik jatuhnya bom nuklir yang ada di Nagasaki?
ADVERTISEMENT
Pagi hari di tanggal pengeboman tersebut, sekitar enam pesawat B26 yang akan menjatuhkan bom nuklir di Nagasaki, lepas landas dari Kepulauan Mariana, yang terletak kurang lebih 2.200 kilometer dari Jepang. Salah satu pesawat B26 yang bernama Bockscar, sedang membawa bom plutonium yang bernama Fat Man, menuju ke kota kastil kuno, Kokura.
Ketika pesawat tiba di Kokura, mereka menemukan kota tersebut tertutup oleh awan dan asap yang tebal. Awan dan asap tebal tersebut dihasilkan dari kota tetangga Kokura, Yahata, yang sebelumnya telah dibom dan menghancurkan lebih dari seperlima pusat kota. Alhasil, kedua kota tersebut diselimuti awan dan asap tebal yang tak kunjung menghilang. Setelah itu, Bockscar berbelok ke selatan dan pergi ke target sekundernya, Nagasaki.
ADVERTISEMENT
Nagasaki juga tertutup awan tebal. Dengan bahan bakar yang hampir habis, salah satu pilot B26 berdebat apakah akan menuju ke Okinawa dan menjatuhkan bomnya ke laut, atau menjalankan pemboman dengan menggunakan radar.
Pukul 11.01, awan tersebut membuat sebuah celah kecil dan memperlihatkan kota Nagasaki dengan seluruh aktivitas di sana. Tak menunggu waktu lama, Bockscar kemudian menjatuhkan bom seberat 4.672 kg tepat di atas lapangan tenis, di tengah-tengah antara perusahaan Mitsubishi Steel dan Arm Works, dan Angkatan Laut Arsenal Sasebo di Selatan. Dalam hitungan detik, bom tersebut meledak menghasilkan cahaya menyilaukan. Area dengan radius 1 mil benar-benar rata dengan tanah, 6.200 dari 7.500 pekerja di sana langsung terbunuh.
Sekitar 500 meter di utara dari titik jatuhnya bom, berdiri Katedral Urakami, yang saat itu merupakan gereja Kristen terbesar di Asia Timur. Meskipun saat itu hari Kamis, umat setempat telah berkumpul di gereja untuk misa dalam persiapan peristiwa Maria yang Diangkat ke Surga untuk 15 Agustus nanti. Dilaporkan bahwa pastor paroki, Saburo Nishida, akan memasuki gereja, dan pada saat itu gelombang ledakan menghantam. Katedral pun runtuh dan semua yang ada di sana terbunuh seketika.
ADVERTISEMENT
Penghancuran katedral tersebut telah mempengaruhi sebagian besar umat yang selamat pada saat iu. Mereka mengalami masa-masa yang sulit dan menganggap bahwa spiritualitas dalam diri mereka telah menghilang. Namun demikian, pada malam Natal di tahun tersebut, para korban yang selamat mengeluarkan puing-puing bel gereja dan membunyikannya. Mereka bersumpah untuk membangun kembali gereja seperti semula. Mereka pun mendirikan gereja sementara pada 1 Desember 1946, namun perlu 13 tahun untuk menyelesaikannya.
Sumber:mirror.co.uk | truthout.org | amusingplanet.com
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white