Dodo, Simbol Nasional dan Korban Mauritius

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menjadikan burung itu sebagai simbol nasional sebenarnya ialah sikap yang didasari oleh rasa penyesalan.

Foto: commons.wikimedia.org
Di kantor Mauritian Wildlife Foundation, Vacoas-Phoenix, Mauritius, terdapat sebuah salinan lukisan yang menggambarkan kondisi Mauritius pada 1604. Tentang kedatangan para penjelajah Belanda yang menangkap burung dodo (raphus cucullatus), memukulinya, hingga membunuhnya. Beberapa dekade setelah kolonial Belanda, jumlah burung tersebut kian berkurang dan akhirnya punah pada akhir abad ke-17.
Gagasan bahwa orang-orang Belanda yang telah menyebabkan kepunahan dodo masih bertahan kuat hingga sekarang di Mauritius. Ide tersebut pula yang menuntun negara tersebut untuk menjadikannya simbol nasional.
Orang-orang Belanda memang sempat menjadi predator terhadap dodo, kendati mereka tidak memburunya sampai punah. Mereka tak suka akan rasa daging dodo yang hambar dan itulah mengapa disebut walghvoghel (unggas yang membuat mual).
Oleh karenanya, terlalu naif jika menjadikan Belanda sebagai satu-satunya kambing hitam. Sebab, bagaimanapun, kepunahan dodo dipicu oleh keseluruhan aktivitas manusia yang di dalamnya termasuk penduduk Mauritius sendiri.
Ketika Belanda datang pada 1598, Mauritius merupakan pulau tak berpenghuni dengan kekayaan alam melimpah yang menunjang kelangsungan hidup hewan endemik. Tidak ada pribumi asli, bahkan mereka yang saat ini mengaku laiknya warga lokal pun sebetulnya ialah keturunan pendatang.
Lalu, tatkala populasi manusia di Mauritius terus meningkat sepanjang tahun, penampakan dodo terakhir dilaporkan muncul pada 1680-an. Belanda meninggalkan pulau tersebut lebih kurang 30 tahun kemudian dan saat Prancis mengklaim Mauritius pada 1715 dodo telah benar-benar hilang.
Semenjak tiada, orang-orang Mauritius mulai menghormati dodo. Kepunahannya lantas meninggalkan konsepsi ihwal 'mereka' yang telah membunuhnya; bukan 'kita' dalam pengakuan masyarakat Mauritius.
Sumber: britannica.com | bbc.com
