Elizabeth Bathory Sang Vampir dari Hungaria

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anda boleh memilih untuk percaya atau tidak kepada cerita vampir. Namun, orang yang punya kebiasaan seperti vampir yang terobsesi dengan darah memang pernah ada. Dia adalah Elizabeth Bathory.
Elizabeth Bathory lahir pada 7 Agustus 1560 dari keluarga Bathory yang memegang tahta kerajaan Hungaria. Pada usia 11 tahun, ia menikah dengan Ferenc Nadasdy. Sebagai hadiah pernikahan, keluarga Nadasdy memberikan Bathory dan suaminya sebuah kastil yang bernama Kastil Csejte.
Selama berkeluarga, Bathory sering ditinggal oleh suaminya yang bertugas sebagai kepala dan komandan pasukan Hungaria yang berperang melawan Turki Utsmani. Saat ditinggal suaminya, Bathory biasa tinggal bersama bibinya yang kerap mempelajari sihir dan sang paman yang disebut memuja setan.
Kebiasaan Bathory yang menyerupai vampir bermula dari kebosanan yang dirasakannya kala ditinggal suami hingga ia kerap memberikan hukuman kejam kepada para pekerjanya.
Menurut legenda, kebiasaan Bathory melakukan aksi kekejaman didukung dan dinikmati oleh Nadasdy di mana sang suami juga mengajarkan cara-cara baru untuk menyiksa orang lain. Hasratnya untuk berlaku kejam semakin menebal setelah kematian Nadasdy di mana itu dilampiaskan Bathory dengan menciptakan berbagai alat penyiksaan. Salah satu alat penyiksaan favoritnya adalah Iron Virgin, sejenis kurungan berbentuk manusia yang berisi pisau-pisau tajam.
Saat sedang menyiksa salah satu pelayan perempuannya yang masih muda, cipratan darah mengenai tubuh Bathory dan seketika itu ia merasa kulitnya menjadi semakin kencang. Sejak itulah Bathory menjadi terobsesi dengan darah. Saking terobsesinya pada darah, Bathory menggunakan Iron Virgin untuk mandi darah. Selain menggunakan darah untuk mandi, ia juga suka menggigit tubuh perempuan.
Seiring waktu, kebiasaan Bathory diketahui oleh orang-orang. Publik bahkan menemukan mayat gadis-gadis muda dengan kondisi setengah terbakar dan wajah yang tak utuh saat mendatangi Kastil Csejte.
Tak pelak, Bathory pun harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya. Ia dan sekutu-sekutunya diadili atas 80 tuduhan pembunuhan dengan sejumlah barang bukti, termasuk sebuah buku harian berisi nama-nama korban. Namun karena Bathory adalah keluarga kerajaan, ia tidak dieksekusi melainkan diizinkan untuk berada tetap di istana dalam keadaan terkurung.
Bathory dikurung dalam ruangan tanpa jendela dan pintu. Di sana hanya ada lubang kecil untuk memasukkan makanan dan air. Kehidupan dalam kurungan akhirnya harus dijalani selama tiga tahun hingga kematiannya pada 21 Agustus 1614.
Sumber: britannica.com | ripleys.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
