Konten dari Pengguna

Fakta dan Fiktif Pengusiran Setan dalam Film The Exorcist

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Film The Exorcist dirilis pada tahun 1973
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Film The Exorcist dirilis pada tahun 1973

Apakah exorcist atau pengusiran setan memang benar-benar terjadi di dunia nyata dan mirip seperti apa yang dilakukan film The Exorcist yang rilis pada tahun 1973?

Pertanyaan seperti kemudian dijawab oleh pendeta gereja St Michael, Indiana, Amerika Serikat, Vince Lampert. Salah satu potongan adegan di dalam film itu terdapat tokoh pastur Damien Karras yang mengorbankan hidupnya. Ketika setan merasuki dirinya, Karras mencoba mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari ketinggian demi mengusir si setan. Tetapi, apakah cara tersebut bisa benar-benar mengusir setan dari dalam tubuh manusia? Pendeta Vince Lampert pun memberikan jawaban dan beberapa faktor lainnya dalam melakukan pengusiran sang makhluk gaib itu.

Foto: Adegan pengusiran setan dalam film The Exorcist

Menurut Lampert, cara pengusiran di ending film The Exorcist tidaklah benar. "Itu tak akan bekerja," kata Lampert yang sudah melakukan 1.800 permintaan pengusiran setan setiap tahunnya.

Lampert juga menjelaskan ada berbagai faktor yang harus ditelaah sebelum melakukan pengusiran setan. Orang yang diduga kerasukan setan harus menjalani prosedur kesehatan terlebih dahulu untuk membuktikan dirinya sakit atau memang ada 'sesuatu' yang lain di dalam tubuhnya. "Bisakah masalah pada orang ini dijelaskan di ranah medis atau seorang dokter?" jelas Lampert. "Semuanya mesti digali terlebih dahulu."

Membicarakan setannya, pendeta Lampert mengaku harus secara bergantian dalam menanganinya bila kuat. "Selalu bergerombolan," katanya jika yang merasuki tubuh kliennya ada setan berjumlah 10 atau lebih. "Yang terlemah akan selalu pergi dengan sendirinya."

Tidak semua percaya adanya entitas gaib, maka dari itu Lampert tidak memaksa dan pernah sesekali ditolak ketika ingin memberikan bantuan pengusiran. "Kau tidak bisa melakukan pengusiran pada seseorang atau mereka yang bertentangan dengan pemikirannya," jelasnya lagi. "(Mereka berpikir), 'jika saya melakukan ini, akankah menjadi lebih buruk?' Seperti operasi pembedahan, dirimu berharap rasa sakitnya hilang dengan cepat."

Lampert mengatakan kebanyakan permintaannya adalah pengusiran setan, sementara itu beberapa lainnya hanya masalah gangguan psikis atau penyakit kejiwaan semata.

Membicarakan ending The Exorcist kembali, Lampert mengatakan pengusiran seperti itu tak mungkin dilakukan. "Jika dirimu berpikir mengenai itu, jika seperti inilah caranya, setiap pengusiran setan akan cukup dilakukan satu kali," kata Lampert sambil tertawa. "Saya tak punya kekuatan spesial. Jika hanya bergantung pada saya saja, kita semua bisa kena masalah. Pengussiran setan selalu bergantung dari kepercayaan kita, untuk membantu orang kembali ke jalan Tuhan," jelasnya lagi.

Sumber: screenrant.com | ripleys.com