Gua Kitum, Tempat Gajah Memanen Garam

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tanpa bantuan manusia, gerombolan hewan itu belajar memanen garam secara naluriah.

Gunung Elgon, Kenya, yang memiliki ketinggian 3.000 meter dari dataran di sekitarnya, termasuk salah satu gunung berapitertua di Afrika Timur. Tanahnya mengandung banyak garam, terutama di dalam Gua Kitum yang terdapat pada lerengnya.
Hewan herbivora seperti gajah sangat suka menetap di lereng tersebut karena mereka gemar mencari endapan mineral alami untuk menambah asupan makanan. Mereka tidak mendapatkan jumlah sodium yang mencukupi dari menyantap tanaman dan meminum air gunung, jadi tak mengherankan bila akhirnya melahap tanah asin dan menjilat bebatuan yang kandungan natriumnya cukup tinggi.
Gajah memang memiliki nafsu makan yang rakus terhadap garam, bahkan satu ekor gajah jantan muda sanggup mengonsumsi 14 hingga 20 kilogram tanah asin dalam 45 menit. Maka, demi memenuhi kebutuhan makan yang berlebihan tersebut, selama ribuan tahun, gerombolan gajah telah belajar secara alami untuk menambang Gua Kitum; terdapat bukti bahwa mereka juga yang memperluas dan memperpanjang ukuran gua itu.
Selain gajah, hewan lain seperti imbabala dan kerbau pula tertarik pada kandungan garam di lereng Gunung Elgon. Perilaku tersebut menguntungkan bagi mereka, namun di sisi lain jua merugikan sebab beberapa predator seperti macan tutul dan hyena dapat menyerang secara tiba-tiba sambil bersembunyi di dalam kegelapan gua.
Sumber: animalplanet.com | atlasobscura.com
