Konten dari Pengguna

Kari, Makanan Khas India yang Jadi Menu Tradisional Jepang

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kari, Makanan Khas India yang Jadi Menu Tradisional Jepang
zoom-in-whitePerbesar

Foto: commons.wikimedia.org

Sebuah hidangan tradisional lazimnya berumur sangat tua, berusia puluhan abad, atau hadir di suatu wilayah bahkan sebelum tahun Masehi. Begitu jua makanan tradisional di Jepang pada umumnya, terkecuali kari.

Kari adalah pendatang baru dalam gastronomi Jepang, tidak diciptakan ide murni penduduk lokal tetapi masuk dan diadaptasi dari luar negeri. Makanan ini bermula dari laut, kemudian mendapatkan beragam inovasinya di daratan Jepang.

Kata 'kari' berasal dari India, yang dalam bahasa orang-orang Dravida berarti sayuran dalam saus (atau hanya: saus). Ketika negara ini dijajah oleh Inggris, orang-orang kolonial menyukai kekhasan kari yang mudah dibuat namun tetap memiliki keunikan bergaya India. Kari kemudian menjadi hidangan rutin angkatan laut Inggris tatkala pada abad ke-19 mereka datang ke Jepang.

Kari India (Foto: flickr/ Robyn Lee)
zoom-in-whitePerbesar
Kari India (Foto: flickr/ Robyn Lee)

Pada tahun 1868 Jepang sedang berada dalam Era Meiji, sebuah periode saat negara tersebut mulai menerima pengaruh asing. Sehingga tidak butuh waktu lama bagi kari untuk menancapkan cintanya di perut dan hati masyarakat Jepang.

Angkatan Laut Jepang ialah kelompok pertama yang menerima kari. Kala itu, Jepang tengah dilanda wabah beri-beri dan hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kondisi para prajurit. Wabah muncul akibat kebiasaan rakyat Jepang yang gemar melahap nasi putih bebas thiamine, semetara mereka juga kurang mengonsumsi hidangan yang mengandung vitamin B1.

Kari menjadi solusi ringkas akan masalah beri-beri, sebab dalam sajian kari versi marinir Inggris (yang berbeda dari kari India) bahannya dicampur dari mentega, daging (biasanya daging sapi), sayuran akar, dan saus yang kental dengan tepung. Daging dan tepung dapat dipastikan mengandung thiamine dan kari lebih nikmat dilahap dengan segunduk nasi alami yang masih mengandung thiamine.

Menurut penulis makanan Jepang, Makiko Itoh, resep Jepang pertama untuk kari diterbitkan pada tahun 1872; restoran mulai ramai menyajikannya pada tahun 1877. Setelah itu, keanekaragaman kari ala Jepang terus berkembang hingga akhirnya pada saat ini bahkan setiap prefektur di Jepang memiliki menu kari yang khas.

Sumber: japantimes.co.jp | npr.org