Konten dari Pengguna

Kebun Anggur Langka yang Tumbuh Subur di Atas Tanah Kering

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Lanskap Unik dan Indah di Pulau Lanzarote | oleh Andreas Weibel di flickr
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Lanskap Unik dan Indah di Pulau Lanzarote | oleh Andreas Weibel di flickr

Lanzarote adalah sebuah pulau milik Spanyol yang berada di Samudera Atlantik, terletak sekitar 125 km dari lepas pantai Afrika dan sekitar 1.000 km dari Semenanjung Iberia. Pulau ini terbentuk dari letusan gunung berapi sekitar lebih dari 15 juta tahun yang lalu. Karenanya, seluruh pulau akhirnya terdiri dari batuan vulkanik dan pasir.

Sama sekali tidak ada bidang hijau yang subur di sana, yang ada hanyalah aliran lava yang memadat dan dataran besar dengan tanah hitam yang suram. Cuaca panas dan kering juga melanda tempat tersebut di sepanjang tahunnya, dan hujan juga jarang terjadi. Rata-rata curah hujan baru muncul setelah lebih dari 16 hari menghilang. Maka secara teori, akan sangat sulit untuk apa pun tumbuh di sana.

Namun, sangat menarik untuk menyadari fakta bahwa Lanzarote memiliki perkebunan anggur yang sangat luas. Setiap tanaman anggur ditanam di dasar lubang dengan kedalamam sekitar 0,9 meter, dengan lebar 4 hingga 5 meter, dan dikelilingi oleh dinding batu setengah lingkaran yang disebut zocos.

Lubang ini memiliki dua tujuan. Pertama, kedalamannya dapat melindungi tanaman dari angin kencang, dan yang kedua, tanah vulkanik dapat mempertahankan kelembabannya dengan sangat baik, menarik kelembaban dari awan yang sesekali lewat, sehingga bahkan tanpa adanya curah hujan, tanaman tersebut masih menerima cukup air untuk berkembang.

Foto: Wikimedia Commons

Berkat cara bertanam seperti itu, lubang-lubang dari tanaman merambat pun tampak tersebar di bagian tengah Lanzarote yang disebut La Gería. Dari kejauhan, wilayah ini seperti telah dilanda oleh ribuan meteor. Elemen visual ini kemudian menciptakan lanskap yang benar-benar unik dan indah.

Lanzarote pun telah menghasilkan anggur sejak tahun 1500-an dan perkembangannya benar-benar sukses. Semuanya aman terkendali sampai sebuah letusan besar di tahun 1700-an menjadikan tanah di sana berubah menjadi lava. Produksi biji-bijian dan sereal lainnya yang menjadi bahan pokok saat itu pun hancur seketika. Hebatnya mereka, bukannya melarikan diri, para petani malah bertahan di sana. Mereka bahkan memikirkan bagaimana memulai ulang untuk budidaya tanaman mereka nantinya.

Para petani lantas menemukan metode baru bahwa batuan vulkanik yang baru diendapkan ternyata sangat baik dalam menyerap kelembaban udara. Jadi, mereka mempertahankannya di tanah, yang memungkinkan metode penanaman kering yang dikenal sebagai enarenado. Satu-satunya kekurangan dari metode ini adalah penanamannya harus dilakukan dengan tangan, yang tentunya akan sangat melelahkan.

Kini, Lanzarote memiliki sekitar hampir 2.000 hektar kebun aktif yang bersama-sama menghasilkan rata-rata 2 juta liter anggur setiap tahunnya. Untuk sebuah pulau yang hanya berukuran 862 km persegi, hal tersebut menjadi indikasi kesuksesan yang tak terbantahkan.