Konten dari Pengguna

Kemegahan Gua Kristal Raksasa di Perut Bumi Meksiko

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Wikimedia Commons

Gua ini terkubur sedalam 300 meter di bawah permukaan Bumi, tepatnya terletak di bawah Gunung Naica di Chihuahua, Meksiko. Di dalam gua tersebut, tersimpan ribuan kristal berukuran besar yang panjangnya mencapai 10,9 meter dengan yang paling berat hingga 55 ton.

Awalnya, gua kristal ini secara tidak sengaja ditemukan oleh dua orang penambang yang sedang menggali terowongan baru pada tahun 2000. Mereka menemukan banyak bongkahan kristal padat dengan tekstur permukaan yang sempurna. Banyak balok kristal muncul keluar dari arah dinding gua dan lantai, sehingga menciptakan efek prismatik.

Butuh bertahun-tahun bagi para peneliti untuk memeriksa seisi gua. García-Ruiz dan timnya bekerja keras di lingkungan gua yang tidak ramah itu untuk menemukan jawaban yang mereka cari. Di dalamnya suhu mencapai lebih dari 57,7 derajat Celcius dengan kelembapan 90 hingga 99 persen. Udara di dalam gua juga bersifat asam dan tidak ada sumber cahaya alami.

Kondisi gua yang seperti itu dinilai ideal untuk menghasilkan kristal dengan proporsi yang epik. Tentunya kondisi ini justru tidak ramah bagi setiap manusia yang memasukinya. Maka dari itu, García-Ruiz dan timnya selalu mengenakan pakaian pendingin khusus setiap kali mereka memasuki gua. Mereka juga secara ketat mematuhi aturan agar tidak berada di dalam gua lebih dari 45 menit.

Foto: Flickr/Paul Williams

Setelah cukup lama meneliti tentang kristal yang terbentuk dari dalam gua tersebut, García-Ruiz bersama timnya dapat menyimpulkan bahwa formasi geologi yang berkembang di dalam sana terjadi karena satu alasan, yaitu lingkungan gua itu sendiri.

Sekitar 26 juta tahun yang lalu, aktivitas vulkanik melahirkan Gua Naica. Hal tersebut memengaruhi isi gunung dengan mineral anhidrit bersuhu tinggi, sebuah bentuk gipsum anhidrat (kekurangan air). Pada suhu 57,7 derajat Celcius, anhidrit akan stabil, namun, akan berubah menjadi gipsum apabila di bawah suhu tersebut.

Tim peneliti pun berhipotesis bahwa ketika magma di bawah gunung mulai dingin dan suhunya turun, maka anhidrit pun mulai larut. Ini secara perlahan memperkaya air dengan molekul kalsium dan sulfat, sehingga mineral ini pun tersimpan di gua sebagai kristal gipsum-selenium raksasa.

Para peneliti mengatakan, tidak ada batasan bagi ukuran kristal yang dapat dicapai. Namun, kondisi yang mendukung harus tetap konsisten. Mereka percaya bahwa kristal yang paling besar di gua tersebut juga membutuhkan waktu lebih dari 500.000 tahun untuk terbentuk.

Sumber: ripleys.com | nationalgeographic.com | travelandleisure.com