Konten dari Pengguna

Kisah Hammurabi Mengubah Babilonia Menjadi Kota yang Kuat dan Makmur

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taman Gantung Babilonia | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Taman Gantung Babilonia | Wikimedia Commons

Hammurabi, raja keenam dari Dinasti Babilonia, senantiasa dikenang dalam sejarah. Selama masa pemerintahannya dari tahun 1792 hingga kematiannya pada tahun 1750 SM, Hammurabi dalam banyak hal menjadi sebuah model kepemimpinan yang menggabungkan kekuatan militer, kecakapan diplomatik, dan keterampilan politik. Ia membangun dan mengontrol kerajaan yang membentang dari pedalaman Teluk Persia sepanjang 402 kilometer, di Sungai Tigris dan Efrat.

Saat Hammurabi menjadi raja pada 1792 SM, ia langsung mendirikan tembok pelindung di sekitar kota. Pada saat yang bersamaan, ia juga mengambil hati rakyatnya. Ia mengeluarkan proklamasi yang menghapus semua hutang-hutang rakyatnya.

Hammurabi juga semakin memperkuat dirinya sebagai seorang pemimpin, baik dari segi politik, infrastruktur, dan popularitas. Dalam proyeknya, ia memperbaiki jalan dan membangun banyak jembatan. Mulai melakukan serangkaian proyek infrastruktur besar-besaran. Ia juga membangun kuil, lumbung, istana, dan menggali saluran irigasi besar untuk melindungi kota dari banjir.

Tak ayal, dalam beberapa waktu selama masa kepemimpinannya, Babilonia secara bertahap berkembang menjadi tempat yang kaya dan makmur. Ia pun menyusun undang-undang hukum yang disebut "Kode Hammurabi", yang diterapkan di semua negeri di bawah pemerintahannya.

Pembangunan Menara Babilonia | Wikimedia Commons

Setelah beberapa dekade membangun Babilonia, Hammurabi merasa bahwa ia dan pasukannya sudah cukup kuat untuk memulai perang penaklukkan ke wilayah lain. Ia memiliki cara yang cukup cekatan, yakni menggabungkan kekuatan dan diplomasi. Ia akan membentuk aliansi dengan para penguasa lain, lalu secara tegas menghancurkan mereka pada saat terjadi pelanggaran.

Ia juga pernah mengobarkan peperangan dengan berbagai macam trik. Salah satunya adalah dengan membendung pasokan air dari kota yang menjadi saingannya, kemudian membiarkan pemimpinnya untuk menyerah. Adakalanya, secara tiba-tiba, ia juga dapat melepaskan air dalam volume yang besar sehingga dapat menyebabkan banjir dahsyat, yang akan menghancurkan targetnya dengan seketika.

Hammurabi mungkin menjadi salah satu promotor politik pertama yang hebat dalam sejarah dunia kuno, namun citra yang ia ciptakan nyatanya tidak seutuhnya diterima secara laik. Kendati ia adalah penguasa yang cukup bijak dan ingin agar rakyatnya dapat menikmati kehidupan yang lebih baik lagi, persepsi kita bisa membelokkannya menjadi penafsiran yang berbeda.

Rujukan: