Konten dari Pengguna

Kisah Hantu Kepala Taira no Masakado yang Guncang Jepang

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Taira no Masakado | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Taira no Masakado | Wikimedia Commons

Taira no Masakado, seorang samurai kuat dan terhormat dari klan Taira. Dikenal sebagai seorang yang baik, petarung yang tangguh, dan pemimpin yang hebat. Ia menjadi amat kesohor setelah memulai serangkaian pemberontakkan terhadap Kaisar Suzaku pada tahun 935 Masehi. Selain itu, satu hal yang juga sangat terkenal tentang Masakado ialah perihal sisi mistisnya.

Sepanjang perjalanannya sebagai samurai, banyak sekali pertempuran yang telah diikuti Masakado. Pertempuran terakhirnya terjadi pada tahun 940 Masehi, ketika ia kekurangan jumlah pasukan, dan kisah hidupnya diakhiri dengan kekalahan.

Ia ditangkap dan dipenggal kemudian. Kepalanya dibawa pulang ke Kyoto dan dipajang di dekat tepi sungai.

Konon, menurut cerita rakyat setempat, kepala Masakado yang ada di sungai itu seringkali membuka matanya dan terus menggertakkan giginya selama berbulan-bulan. Kepalanya juga tidak menunjukkan pembusukkan.

Setiap malam, ia pun dikisahkan gentayangan, menangis penuh amarah dan bertanya: “Di mana tubuh saya?! Ayo datang ke sini dan lawan aku lagi!”.

Dikatakan bahwa seorang penyair lantas membacakan puisi dan membuat Masakado tertawa. Lalu, Masakado pun pergi ke Kanto, yang berjarak 280 mil dari Kyoto. Arwah Masakado terus melakukan perjalanannya ke seluruh penjuru Jepang, bahkan sampai mengganggu ketenangan banyak penduduk.

Makam Masakado | commons.wikimedia.org

Sampai suatu hari, ia bertemu dengan seorang biksu pengelana yang kemudian membangun sebuah kuil untuk menenangkan jiwa Masakado. Masakado pun tenang, namun dengan syarat bahwa makamnya harus selalu dikunjungi, dirawat, dan dihormati.

Selang beberapa abad, gempa bumi dahsyat lantas menghancurkan Tokyo. Beberapa pencetus mitos percaya bahwa bencana pada tahun 1923 ini adalah manifestasi amarah dari Masakado. Sebab, setelah sekian lama, banyak orang yang telah melupakan dan tidak merawat kuil makamnya.

Menariknya, beranjak dari desas-desus mistis itu, selama beberapa dekade berikutnya, kuil yang menaungi makam Masakado kembali diramaikan, dijaga, dan dirawat oleh sekelompok sukarelawan lokal. Bahkan, kuil tersebut dijadikan situs wisata, agar orang-orang, baik lokal maupun asing, dapat selalu mengingat dan mengenal sosok Masakado.

Sumber:

The Guardian/The curse of Masakado: why a malevolent ghost haunts Tokyo

Japan Info/A Tokyo Ghost Story: The Angry Spirit of Taira no Masakado