Laba-laba yang Berkamuflase Menjadi Tinja

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cukup banyak hewan yang memiliki kemampuan menyamarkan diri dengan lingkungan sekitarnya demi menghindar dari serangan predator. Mereka melepaskan diri dari deteksi dengan menjadi serupa daun, ranting pohon atau juga menyatu dengan warna rumput. Di antara bentuk-bentuk penyamaran itu, salah satu yang terunik ialah tindakan dari Laba-laba cyclosa ginnaga.
Spesies ini hidup di kawasan rindang Taiwan, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Alih-alih menyatu dengan tumbuhan, cyclosa ginnaga justru menyamarkan dirinya sebagai tumpukan kotoran burung. Laba-laba ini membuatnya dari berbagai dekorasi sutra dan benda-benda lainnya, seperti bangkai hewan lain, kantung telur, serta memadukan tanaman ke dalam jaringnya.
Berkat punggungnya yang juga berwarna putih (sesuai warna tinja burung), alhasil cyclosa ginnaga kerap mampu terhindar dari pemangsa. Spesies ini akan duduk tenang di atas dekorasi kamuflasenya dan ukurannya yang juga kecil membuat predator (seperti tawon) kesulitan untuk melihatnya.
Tingkat kemampuan kamuflase cyclosa ginnaga juga sangat mengagumkan lantaran dia mampu berkamuflase ke dalam warna selain putih. Dalam uji coba yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Nasional Chung Hsing di Taiwan, para peneliti menangkapnya dan mengubah warna punggungnya menjadi hitam; cyclosa ginnaga kemudian memanipulasi jaringnya menjadi warna hitam pula.
Sumber: livescience.com | nationalgeographic.org
