Landsat, Pulau yang Namanya Berasal dari Satelit

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tanpa bantuan satelit, mustahil bagi Kanada untuk menemukan Pulau Landsat.

Foto: Pulau Landsat | NASA
Pada tahun 1972, NASA baru saja meluncurkan program Satelit Landsat yang sanggup mengambil citra bumi dari luar angkasa. Berkatnya, memilah-milah jutaan gambar yang ditangkap oleh satelit pun menjadi pekerjaan baru dan menarik bagi kartografer. Teknologi yang satu ini telah membantu manusia dalam menemukan banyak tempat di bumi, yang sebelumnya bahkan tidak dikenali.
Suatu ketika, Betty Fleming yang bekerja untuk Badan Survei dan Pemetaan Departemen Energi Kanada melihat beberapa bercak putih di dekat perairan Pantai Labrador. Mulanya, dia mengira objek tersebut cuma sisa-sisa gunung es. Tetapi, karena bintik tersebut konsisten muncul dalam beberapa citra gambar berbeda, Fleming sadar bahwa itu dataran permanen.
Satu tahun berikutnya, Divisi Survei Hidrografi Kanada mengirim kru untuk mengecek lokasi tersebut. Mereka memverifikasi bahwa dari 20 bercak putih yang tertangkap satelit hampir semuanya cuma bebatuan yang hampir terendam laut, kecuali satu pulau. Pulau tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 45 meter, sebuah tempat yang sebelumnya tidak disadari keberadaannya oleh siapapun.
Jadi, sesuai nama satelit, pulau tersebut pun bernama Landsat. Keuntungan terbesar bagi Kanada dalam penemuan Pulau Landsat yaitu mereka dapat memperluas teritorial negara, memberikan tambahan wilayah sekitar 68 kilometer persegi.
Sumber: NASA
