Konten dari Pengguna

Legenda Jembatan Iblis di Swiss

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda Jembatan Iblis di Swiss
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Teufelsbrucke pada tahun 1934 | commons.wikimedia.org

Di Eropa, banyak sekali jembatan kuno yang dijuluki 'jembatan iblis'. Lazimnya, jembatan-jembatan ini dibangun dengan proses luar biasa sulit, rutenya menantang, dan penyelesaiannya membutuhkan kerja sama heroik dari pemerintah lokal dan masyarakat.

Di antara jembatan-jembatan iblis itu, salah satu yang terkenal ialah Teufelsbrucke. Jembatan ini terletak di Ngarai Schollenen, Uri, Swiss.

Konon, menurut legenda masyarakat lokal, seorang gembala pernah putus asa lantaran sangat kesulitan membuat jembatan di sana. Dia berharap pada bantuan sosok gaib; iblis pun muncul di depannya. Iblis menawarkan bantuan untuk membangun jembatan, tetapi dengan satu syarat: jiwa orang pertama yang menyebarangi jembatan akan menjadi milik iblis.

Setelah jembatan dibangun, penduduk desa enggan menumbalkan rekan-rekannya dan lebih memilih untuk menyiasati pengorbanan. Mereka mencoba menipu iblis, dengan mengirim kambing--sebagai yang pertama menyebrangi jembatan. Tahu bahwa manusia melanggar janjinya, iblis pun marah dan hendak menghancurkan jembatan. Tetapi, dia kabur ketakutan setelah didekati seorang nenek yang memakai kalung salib.

Ya, kisah itu cuma legenda, hanya cerita rakyat yang tidak memiliki bukti. Meski begitu, faktanya, membangun jembatan Teufelsbrucke memanglah sulit.

Semenjak kali pertama dibangun pada 1230 (masih berbahan kayu), jembatan itu membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan yang rutin pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, lantaran jembatan tersebut berada di dataran Lembah Reuss yang berkelok-kelok (serta sungainya yang deras), Teufelsbrucke baru dapat dibangun menggunakan bahan batu pada abad ke-16.

Pada 1799, dikarenkan oleh brutalnya serangan tentara Prancis selama Perang Napoleon, Teufelsbrucke rusak berat dan akhirnya runtuh oleh badai pada 1888. Jembatan tersebut kembali dibangun pada 1820; butuh waktu 10 tahun untuk menyelesaikannya.

Setelah memasuki abad ke-20, Teufelsbrucke yang lama tak lagi dapat menahan berat lalu lintas dari kendaraan-kendaraan yang lebih modern. Maka dibuatlah jembatan beton yang baru, pada 1958.

Sumber: Atlas Obscura | BBC | News.com.au