Konten dari Pengguna

Lukisan Padi Inakadate, Penyelamat Ekonomi Desa

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesenian ini telah menyelamatkan desa dari kebangkrutan dan kesepian.

Lukisan Padi Inakadate, Penyelamat Ekonomi Desa
zoom-in-whitePerbesar

Foto: commons.wikimedia.org

Sekitar tiga dekade lalu, Desa Inakadate di Prefektur Aomori, Jepang, sempat dinyatakan 'hampir mati' akibat populasi penduduk yang menyusut, hutang yang membengkak, dan pendapatan pertanian yang terus menurun. Kala itu, satu-satunya harapan desa ialah ketenaran arkeologis sawah berusia 2.000 tahun yang ditemukan tahun 1981.

Indakate berupaya memanfaatkan ketenaran tersebut dengan membangun taman hiburan bertema Neolitikum. Sayangnya, bukan meraih untung, kegagalan pemasaran taman hiburan malah kian menenggelamkan desa ke dalam hutang USD 106 juta yang tiga kali lebih besar dari total anggaran tahunan.

Lalu, pada 1993, para petani mulai berinovasi lewat karya seni di ladang padi. Mereka merancang pola menggunakan komputer, kemudian menanam bibit yang telah direkayasa secara genetika (menghasilkan berbagai warna) untuk menciptakan gambar rumit berskala besar.

Dampaknya sangat bagus, dengan biaya sekitar USD 35.000 per tahun untuk menyewa ladang, Desa Inakadate meraup keuntungan USD 70.000 dari lukisan kolosal itu. Setiap tahun, ratusan ribu wisatawan datang ke Inakadate untuk menikmati keindahan yang bertahan sepanjang musim (terkecuali saat musim panen). Cara tersebut telah menyelamatkan desa dari kebangkrutan.

Foto: Telegraph.co.uk | bbc.co.uk