Majungasaurus, Dino yang Suka Mengganti Gigi

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tahukan Anda dinosaurus pemakan daging terakhir yang ada di Bumi? Ada tiga spesies dinosaurs karnivora pernah hidup di Bumi diantaranya: Allosaurus yang hidup antara 145 hingga 155 juta tahun, lalu, Ceratosaurus antara 145 dan 161 juta tahun dan, Majungasaurus yang muncul jauh kemudian, dari 66 hingga 70 juta tahun-masa ketika dinosaurus mulai punah.

Majungasaurus memiliki panjang sekitar 21 kaki dan berada pada puncak tertinggi rantai makanan di pulau Madagaskar, ia salah satu dari beberapa spesies dinosaurus yang diketahui kanibalistik. Giginya tajam dan mampu mengiris seperti pisau. Penemuan fosilnya cukup banyak menjadikan ia salah satu spesies dinosaurus theropoda yang banyak dipelajari dari belahan bumi selatan.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan PLOS One, tim peneliti yang dipimpin oleh Michael D. D'Emic, dari Adelphi University di New York, menganalisis pola pertumbuhan pada tiga spesies dinosaurus karnivora — Allosaurus, Ceratosaurus, dan Majungasaurus. Ternyata ditemukan keanehan mengapa begitu banyak fosil gigi Majungasaurus yang dalam koleksi museum. Rasa penasaran ini membuat para peneliti memulai proyek penelitian khusus tentang Majungasaurus.
Berdasarkan data penelitian sebelumnya, kebiasaan menganti gigi hanya ditemukan pada binatang herbivora, yang mengganti giginya setiap beberapa minggu atau bulan. Sedangkan karnivora melakukan pergantian gigi lebih lambat, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Majungasaurus mampu memecahkan rekor pergantian gigi di kalangan binatang karnivora, ia menganganti gigi setiap soket rata-rata 56 hari saja.
"Saya sangat terkejut — Majungasaurus mengganti giginya dengan cepat atau lebih cepat daripada beberapa dinosaurus herbivora berleher bebek, bertanduk, atau berleher panjang, Sejauh ini laju penggantian gigi tercepat pada dinosaurus karnivora, misalnya sekitar 14 kali lebih cepat daripada laju penggantian pada Tyrannosaurus Rex." kata D'Emic.
Jika disetarakan dengan kebiasaan binatang di masa sekarang, tingkat pertumbuhan gigi Majungasaurus sejalan dengan kemampuan Hiu dalam mengganti gigi mereka, Unik sekali bukan? Penyebabnya berasal dari pola makannya, Majungasaurus suka menggerogoti tulang, sehingga struktur giginya cepat rusak. Bukti ini diperkuat dari bentuk gouges dan goresan yang banyak di tulang gigi Majungasaurus yang ditemukan.
Walaupun penelitian ini masih jauh dari sempurna karena belum mampu menjawab berbagai pertanyaan tentang mengapa, kapan dan seberapa cepat laju pergantian gigi berevolusi tetapi, cukup menjadi penemuan berharga khususnya mengenai dinosaurus.
"Saya berharap proyek terbaru ini dapat memacu lebih banyak orang untuk mempelajari spesies dinosaurus. Saya yakin itu akan mengungkapkan kejutan lebih lanjut," kata D'Emic. Dan semoga hal ini akan mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang masa lalu dan bagaimana dinosaurus mampu berevolusi dengan hebatnya dalam kurun waktu yang lama.
Sumber: dinosaurpictures.org | prehistoric-wildlife.com| newsweek.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
