Makaroni, Makanan Bersejarah yang Diperebutkan

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak negara memiliki cinta mendalam dan keintiman sejarah terhadap hidangan ini. Mulai dari negara-negara di Eropa seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Swiss, sampai di benua berbeda layaknya Amerika Serikat. Orang Amerika Serikat mengklaim makaroni sebagai milik mereka berlandaskan bukti sejak tahun 1937. Saat itu, perusahan Kraft mulai mempopulerkan makaroni keju ke seluruh dunia.
Hanya saja, kata "macaroni" tentu tidak berasal dari bahasa yang ada di benua Amerika, juga cuma kata serapan dalam bahasa Inggris. Faktor tersebut membuat klaim mereka lemah.
Meskipun, buku masak tertua di Inggris, Forme of Cury, yang ditulis oleh juru masak Raja Richard II pada tahun 1390 sebetulnya pernah menyebutkan resep untuk suatu hidangan yang disebut 'Makerouns'. Tetapi, pengakuan Inggris ini dilemahkan oleh Mrs Beeton’s Book of Household Management pada tahun 1861.
Dalam bukunya, Nyonya Beeton mendeskripsikan secara puitis bahwa makaroni adalah makanan favorit orang Italia, yang amat digemari orang-orang Neapolitan. Pernyataan ini juga didukung oleh tulisan Alexandre Dumas dalam Grand Dictionaire de Cuisine, bahwa Napoli ialah tanah airnya makaroni.
Makaroni merupakan wujud inovasi dari pasta, dan menurut National Geographic pasta memang populer pada abad ke-17 dan ke-18 di Napoli. Namun, disinilah justru celah kelemahannya, dalam catatan ekstensif dari pasta consortiums and unions tidak pernah dijelaskan tentang eksistensi pasta berlubang di Napoli pada masa lalu.
Paul Imhof, sejarawan makanan dan penulis buku Das Kulinarische Erbe der Schweiz, menjabarkan bahwa pasta berlubang yang kemudian kita kenal sebagai makaroni itu berasal dari Ticino.
Mengutip dari BBC International, sebelum abad ke-15 Ticino masuk kawasan Lombardia; seperti halnya Milan, Brescia, dan Bergamo, dahulu Ticino masuk teritorial Italia. Lalu, Ticino diambil alih oleh Swiss dan masuk bagian negara itu hingga kini.
Jadi, siapa pemilik sah makaroni? Jika antara Swiss dan Italia ada yang mau mengalah, perkara ini bisa dianggap beres.
Terkecuali, bila Prancis ikut campur dan mengklaim Alplermagronen (makaroni keju khas wilayah Alpen) sebagai milik mereka dengan sebutan Macaroni du Chalet, maka pengakuan sejarah terhadap hidangan ini akan kian pelik.
