Konten dari Pengguna

Manfaat Tak Terduga dari Obat Viagra

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Obat Viagra memiliki berbagai manfaat selain sebagai obat aktifitas seksual manusia
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Obat Viagra memiliki berbagai manfaat selain sebagai obat aktifitas seksual manusia

Viagra selama ini dikenal sebagai obat yang terkait erat dengan aktifitas seksual manusia. Meski demikian, ternyata viagra juga diketahui memiliki manfaat lain yang tidak terduga.

Viagra dapat membantu proses transplantasi sumsum tulang. Setidaknya hal ini telah diketahui setelah viarga diujicobakan kepada tikus. Jika percobaan ini dapat direplikasi pada manusia, tentu akan menjadi kabar bagus bagi pasien kanker.

Lewat percobaan pemberian viagra kepada tikus yang dilanjutkan dengan pemberian suntikan Plerixafor dua jam kemudian, tampak bahwa ketersediaan sel induk sumsum meningkat hingga 7,5 kali lipat.

Penyakit kanker tertentu diobati dengan menghancurkan sumsum tulang melalui kemoterapi dan menggantinya dengan sel induk yang bisa didapat dari sumsum si pasien sendiri atau sel-sel donor. Dengan pemberian viagra plus Plerixaflor, pembuluh darah akan melebar dan sel-sel induk pun terlepas dari sumsum tulang hanya dalam waktu dua jam.

Foto: Pasien yang menderita kanker sumsum tulang belakang ternyata dapat disembuhkan dengan obat Viagra

Saat ini, pasien yang harus menjalani transplantasi sumsum tulang biasa diberikan Granulocy-colony stimulating factor (GCSF). Dengan GSCF sumsum tulang akan terangsang untuk menghasilkan sel-sel induk dan melepaskannya ke dalam aliran darah.

GSCF sendiri memiliki efek samping seperti nyeri tulang atau kerusakan sel darah merah. Dengan bantuan viagra, efek samping tersebut pun memiliki kemungkinan untuk bisa dihindari.

Viagra dan Plerixafor sendiri selama ini sudah termasuk obat yang termasuk ke dalam kategori aman bagi manusia. Maka dari itu, ke depannya pun proses perawatan pasien bisa dilakukan dengan biaya lebih mudah tanpa proses yang menyakitkan atau kerepotan mencari donor sumsum tulang yang begitu sulit.

Sumber: uihc.org | iflscience.com

Sumber foto: commons.wikimedia.org | Pixabay.com