Konten dari Pengguna

Mäusebunker, Menampung Puluhan Ribu Tikus di Jerman

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mäusebunker | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Mäusebunker | Wikimedia Commons

Terletak di tengah Kota Berlin, Jerman, tampak sebuah bangunan yang cukup mengerikan. Muka bangunan ini terbuat dari beton abu-abu padat. Seperti ditusuk oleh menara ventilasi panjang yang menonjol ke segala arah, menjadikannya mirip kapal perang yang terdampar.

Gedung tersebut bernama mäusebunker, mouse bunker, atau bungker tikus (bahasa Indonesia). Bekas laboratorium penelitian hewan, yang ketika masih berfungsi pernah secara brutal menampung lebih dari 45.000 tikus dan berbagai hewan pengerat lainnya.

Secara resmi, Mäusebunker merupakan pusat laboratorium hewan Free University of Berlin dan menjadi bagiannya pada tahun 1981 — sebagai bagian dari Institut Kebersihan dan Mikrobiologi. Bangunan yang tampak menyeramkan itu dirancang oleh pasangan suami-istri Gerd dan Magdalena Hänska; dan mulain dibuat pada tahun 1971.

embed from external kumparan

Mäusebunker sebetulnya dibangun agar terlihat seperti benteng. Tetapi setelah rampung, justru lebih sering dibandingkan dengan kapal perang. Dindingnya miring dan adanya lubang ventilasi bercat biru menonjol dari samping, menjadikannya seperti tong meriam. Atapnya dimahkotai oleh beberapa cerobong asap besar; dan di bagian samping yang menghadap Balai Kebersihan dan Mikrobiologi terdapat deretan jendela tersembunyi yang memberi kesan jembatan komando.

Tak mengherankan, dengan desain yang membingungkan itu, Museum Arsitektur Jerman di Frankfurt pernah menyebut Mäusebunker sebagai:

Bangunan paling menyeramkan dari modernisme pasca-perang Jerman".

Penggunaan bangunan ini sama anehnya dengan tampilannya yang mengancam. Mäusebunker dibangun oleh Free University untuk melakukan eksperimen ilmiah dengan hewan hidup dan untuk membiakkan hewan yang diperlukan. Untuk alasan keamanan, laboratorium pengujian hewan terletak jauh di dalam gedung dan berventilasi pipa yang berbentuk seperti meriam itu.

Setelah hampir empat dekade, Mäusebunker akhirnya ditutup pada 2010. Sejak saat itu ia tidak digunakan kembali. Gedung ini sudah lama mendapatkan kritik karena merusak pemandangan dan dijadwalkan akan dihancurkan, bersama dengan gedung Institut Kebersihan dan Mikrobiologi yang berdiri di dekatnya.

Namun, beberapa tahun yang lalu, beberapa warga, arsitek, dan aktivis lainnya, melancarkan kampanye menentang penghancuran Mäusebunker. Mereka berhasil menghentikan pembongkaran. [*]