Melihat Uniknya Rumah dari Kaleng Bir Bekas

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak jauh dari rute I-45 di Texas, Amerika Serikat, ada sebuah rumah unik yang tidak biasa. Rumah tersebut didekorasi oleh seorang pria yang mungkin dalam pikirannya, Ia merasa bosan dan mencoba memanfaatkan benda di sekitar rumahnya. Dan ya, sebuah rumah seni yang terbuat dari bekas kaleng bir berhasil Ia realisasikan.
Houstonian John Milkovisch, Ialah seorang pria dibalik pembangunan kerajinan rumah yang sangat unik tersebut. Ia bekerja di Southern Pacific dan termasuk orang yang sangat senang mengerjakan sesuatu. Setelah Ia pensiun, Ia bahkan mencari-cari hal baru untuk Ia kerjakan dengan tangannya. Maka, munculah sebuah ide, dimana Ia akan membuat sebuah perubahan di rumahnya sendiri.
Perubahan yang Ia buat di rumahnya dilakukan pada tahun 1968, dimana Ia mulai menghilangkan rumput di halamannya dan menggantinya dengan balok beton. Ia menghias balok-balok tersebut dengan kelereng, logam, batu, dan lainnya. Ketika ditanya mengapa Ia melakukan hal tersebut, Ia menjawab bahwa Ia sudah muak melihat rumput di depan rumahnya.
Tak berhenti sampai di situ, Milkovisch mulai membuat kotak-kotak bunga, pagar, papan nama, bangku, dan benda-benda lanskap lainnya dari beton dan kayu merah. Kemudian, Ia mulai ‘merenovasi’ rumahnya dengan kaleng bir. Milkovisch sendiri sebenarnya adalah orang yang suka mengonsumsi bir, maka dari situlah Ia menemukan alasan mengapa harus menggunakan kaleng bir bekas untuk membuat pelapis rumahnya.
Rumah yang telah selesai dibangun tersebut, diperkirakan mencakup lebih dari 50.000 kaleng bir sebagai hiasan, belum lagi ditambah dengan sejumlah bahan lainnya. Para pengunjung yang datang kebanyakan menikmati pemandangan rumah baru Milkovisch tersebut. Selain itu, ada juga sejumlah simbol keagamaan yang ditaruh di dalam dekorasi rumah, serta beberapa kenangan untuk hubungan Milkovisch dan Mary, seperti pada sebuah bangku yang bertuliskan “Tempat John” dan “Tempat Mary” di ujung lainnya.
Saat ini, rumah tersebut selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin mengunjunginya, tetapi hanya sebatas hari Sabtu dan Minggu saja. Untuk biaya masuk, orang dewasa dikenakan 5 USD dan gratis untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Rumah tersebut pun menjadi terkenal dan kemudian diberi nama The Beer Can House.
Sumber: dailymail.co.uk | inhabitat.com | ripleys.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
