Konten dari Pengguna

Mengangkangi Lautan, Patung Raksasa Colossus Musnah oleh Gempa

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Patung Raksasa Colossus oleh seniman modern | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Patung Raksasa Colossus oleh seniman modern | Wikimedia Commons

Didirikan pada tahun 282 SM, Patung Colossus di Rhodes termasuk ke dalam daftar keajaiban dunia kuno. Patung itu benar-benar gagah. Berdiri setinggi 32 meter, memegang obor, mengangkangi pintu masuk pelabuhan, dan memungkinkan kapal berlayar melalui celah di antara dua kakinya.

Legenda menyebutkan bahwa orang-orang Rhodes rela menjual peralatan yang ditinggalkan oleh musuh demi membayar pembuatan Patung Agung Dewa Matahari Helios. Mereka melebur senjata rampasan perang untuk dijadikan bahan dasar perunggu dan besi; dan menggunakan menara pengepungan sebagai perancah pada patung.

Ilustrasi Patung Raksasa Colossus oleh seniman modern | Wikimedia Commons

Patung Colossus pun menghabiskan waktu pengerjaan selama 12 tahun, oleh pematung Chares dari Lindos; dan dibuat untuk merayakan kemenangan militer.

Sialnya, walaupun sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya, patung itu tidaklah kebal terhadap bencana. Colossus masih belum cukup kuat untuk menahan gempa Bumi pada tahun 226 SM. Ia roboh ke tanah menjadi berkeping-keping.

Tempat berdirinya Patung Raksasa Colossus | Wikimedia Commons

Setelah hancur lebur, orang-orang Rhodes enggan membangunnya kembali, karena biaya yang sangat mahal. Bahkan setelah seorang peramal mendesak mereka agar sungguh-sungguh mendirikannya lagi, dengan alasan menyinggung Dewa Helios, patung fenomenal itu hanya bertahan kurang dari 60 tahun.