Konten dari Pengguna

Mengenang Narinder S. Kapany, Bapak Serat Optik yang Mempercepat Koneksi Daring

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia sains kehilangan salah seorang ilmuwan terbaiknya, Narinder S. Kapany, tanggal 4 Desember 2020 lalu. Pada usia 94 tahun, ia menutup usianya dengan julukan yang istimewa sebagai "bapak serat optik".

Narinder S. Kapany, "bapak serat optik"  | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Narinder S. Kapany, "bapak serat optik" | Wikimedia Commons

Semenjak industri telekomunikasi mulai mengandalkan kabel fiber/serat optik, kegunaan kabel biasa (seperti yang berbahan tembaga) mulai tersisihkan. Transmisi data menjadi lebih cepat berkat fiber optik, karena bahan serat kacanya mampu mengirimkan sinyal cahaya.

Pengembangan transmisi cahaya itu sudah dimulai sejak abad ke-19, jika ditilik dari sejarahnya. Akan tetapi, istilah fiber optics sendiri rupanya belum mencapai usia seabad; dan baru diperkenalkan oleh Narinder S. Kapany pada pertengahan abad ke-20.

Antara tahun 1955 hingga 1965, Kapany menjadi penulis utama dan penulis pendamping dari banyak sekali makalah ilmiah (tak kurang dari 56 makalah). Selama rentang waktu ini, ia juga menulis di Scientific American dan menciptakan istilah tersebut pada tahun 1960.

Penggunaan serat optik dalam jaringan telekomunikasi | Gambar oleh Andrean Tama dari Pixabay

Setelah dikemukakan oleh Kapany, istilah fiber optics lantas dipakai sebagai ketetapan penyebutan oleh banyak pihak, untuk transmisi sinyal cahaya yang menggunakan serat kaca. Sebagai pengakuan atas penelitian yang dilakukan olehnya, fisikawan dan pengusaha yang lahir di Moga, Punjab, India, ini pun secara luas diakui sebagai "bapak serat optik".

Segenap perusahaan telekomunikasi, tentu saja patut berterima kasih kepada Kapany, tak terkecuali kita para pengguna internet. Fiber optik telah memungkinkan kecepatan transmisi data mencapai 1 gigabita per detik: meleluasakan gaya hidup kita yang semakin butuh dengan teknologi daring.