Konten dari Pengguna

Menguak Misteri Keberadaan Gas Metana di Kedalaman Laut

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Foto: commons.wikimedia.org

Ada begitu banyak rahasia yang tersimpan di lautan. Salah satunya adalah keberadaan reservoir atau tempat berakumulasinya gas metana di kedalaman laut. Keberadaan reservoir metana ini berdasarkan pengamatan para ilmuwan terbentuk oleh reaksi kimia.

Metana merupakan gas yang tidak berbau dan tidak berwarna dan tersedia dalam jumlah banyak dalam. Aktivitas manusia tertentu juga menjadi faktor terbentuknya metana.

Keberadaan metana di kedalaman laut sebenarnya sudah lama diketahui. Tepatnya adalah metana abiotik, yaitu metana yang terbentuk tanpa bahan organik atau makhluk hidup. Namun, asal-usul dan bagaimana persisnya metana ini bisa terbentuk di bawah laut tetap menyisakan teka-teki.

Untuk menguak misteri tersebut, ahli geokimia laut Jeffrey Seewald dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) dan timnya melakukan riset dengan mengamati sampel batuan dari mantel Bumi bagian atas dan kerak samudera yang diambil dari berbagai lokasi di lautan. Total ada 160 potongan batu yang diamati.

Dari pengamatan, ditemukan fakta bahwa hampir semua batu tersebut memiliki kandungan metana dan sebagian besarnya juga memiliki hidrogen.

Lantas, bagaimana metana itu terbentuk? Menurut para peneliti, prosesnya berawal dari air laut yang bergerak perlahan melalui kerak samudera dan terperangkap di dalam mineral pembentuk batu panas yang disebut olivin. Mineral olivin ini juga merupakan komponen utama mantel bumi bagian atas.

Mineral olivin lama-kelamaan akan mendingin. Saat pendinginan terjadi, air di dalam batu akan melewati reaksi kimia yang disebut serpentinisasi. Di sinilah akhirnya metana dan hidrogen terbentuk.

Riset ini penting karena bukan hanya bermanfaat untuk menguak misteri alam di Bumi, melainkan juga hingga ke Planet Mars. Seperti diketahui, di Mars juga terdapat metana dan riset ini bisa menjadi jalan untuk menguak bagaimana metana tersebut bisa terbentuk tanpa adanya air atau aktivitas hidrotermal.

Sumber: britannica.com | sciencealert.com