kumparan
20 Sep 2019 15:48 WIB

Misteri Benua yang Hilang "Greater Adria"

Foto: Benua Greater Adria yang hilang selama 120 juta tahun
"Lupakan saja Atlantis," begitulah ungkapan kepala peneliti Douew van Hinsbergen, yang sepertinya menilai benua Atlantis hanyalah isapan jempol belaka. Bukan tanpa alasan profesor dari Departemen Global Tectonic and Paleogeography Utrecht University itu mengungkapkan hal tersebut. Karena lewat penelitian Van Hinsbergen dan rekan penelitinya berhasil mengungkapkan bahwa ada sebuah benua yang dinyatakan hilang dan itu bukanlah Atlantis.
ADVERTISEMENT
Greater Adria adalah nama dari benua tersebut. Disebutkan bahwa benua itu telah hilang selama 120 juta tahun yang lalu. Letaknya di di wilayah Eropa, lebih tepatnya di laut Mediterania yang dikepung oleh Eurasia, Iberia, dan benua Afrika.
Kini, sisa-sisa peninggalan Greater Adria menjadi beberapa pecahan wilayah negara seperti Italia, Turki, Yunani, dan Kroasia. Benua yang hilang itu merupakan pecahan supercontinent Gondwana yang sudah ada jutaan tahun lalu dan mulai terpisah pada era jurasik. Peneliti dalam bidang geologi dari Utrecht, Oslo, dan Zurich pun untuk pertama kalinya memastikan Greater Adria telah ditemukan.
"Tanpa disadari, sekumpulan turis menghabiskan liburan setiap tahun di benua yang hilang Greater Adria," jelas Van Hinsbergen. "Bagian yang tersisa dari benua adalah garis lurus dari Turin melintasi Laut Adriatik sampai ke arah bawah yang membentuk Italia."
ADVERTISEMENT
Sisa-sisa Greater Adria yang lain kini terhampar di laut menjadi padang terumbu karang di lautan tropis. Batuan sedimennya yang tersisa juga menjadi pegunungan Alpen yang membentang di Kroasia, Yunani dan Turki.
Greater Adria bisa ditemukan setelah tim peneliti melihat riwayat evolusi yang kompleks di wilayah Mediterania lewat jarak pegunungan, lautan, dan lempeng tektonik. "Wilayah Mediterania mempunyai struktur geologis yang cukup kacau di mana semuanya bergelombang, ada patahan, dan bertumpuk," terang Van Hinsbergen yang menggunakan teknologi pembaca rekonstruksi patahan teknokik (GPlates tectonic plate reconstruction software) untuk melihat proses perubahan geologi sebelum ini. "Kita mengupas area lapisa demi lapisa, kembali pada masa dulunya seperti apa, sampai pada masa periode triasik, sekita 240 juta tahun yang lalu, ketika Greater Adria bermula dan berevolusi sampai akhirnya menjadi benua yang terpisah," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sumber: smithsonianmag.com | forbes.com
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan