Konten dari Pengguna

Monster Loch Ness Kemungkinan Memang Ada

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Foto: commons.wikimedia.org

Keberadaan Nessie atau monster danau Loch Ness di Skotlandia masih menjadi pertanyaan. Hoax meliputi kisahnya, sehingga monster Loch Ness menjadi makhluk yang termasuk dalam golongan kriptid seperti Yeti dan Ogopogo.

Meskipun kebenarannya masih samar-samar, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan membuat para ilmuwan berlomba-lomba mengungkapkan misteri tersebut. Pada awal Juni 2019 kabar terbaru muncul mengenai teori keberadaan monster Loch Ness yang kemungkinan benar-benar ada eksistensinya.

"Kami telah mengetes salah satu hipotesis monster utama, dan tiga di antaranya sepertinya bisa dikatakan tidak benar dan satunya lagi mungkin saja," ucap Profesor Neil Gemmel, spesialis genome dan reproduksi dari Universitas Otago.

Gemmel menjadi pemimpin dalam riset yang menganalisa sampel dari air Loch Ness. Pengambilan sampel itu bertujuan mengambil jejak DNA dari berbagai organisme yang hidup di dalam perairan tersebut.

Tidak heran, pencarian monster loch ness itu mencuri perhatian. Akan tetapi, tujuan sebenarnya studi tersebut adalah untuk menyusun profil organik dari berbagai organisme dan mikro-organisme yang tersembunyi di danau Skotlandia.

Dalam hal ini tim peneliti mengaplikasikan teknik baru bernama environtmental DNA (eDNA) untuk mengambil sampel. Dari cara itu disebutkan bisa melacak hewan yang dicari tanpa mengganggu ataupun menyakiti makhluk yang hidup di habitatnya.

Tahun lalu, peneliti sudah melakukan cara yang sama dengan metode eDNA di Samudera Pasifik. Hasilnya mereka dapat mengidentifikasi enam jenis hiu yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Gemmel sendiri sebenarnya skeptis dengan eksistensi monster Loch Ness. Tetapi, ia menekankan tetap open minded dengan hasil analisi DNA-nya nanti.

"Apa yang telah kami capai adalah yang sudah kami rencanakan, yaitu mendokumentasikan keanekaragaman hayati Loch Ness dari Juni 2018 hingga tingkatan yang paling detail," jelas Gemmel.