Monster Tully, Fosil Misterius yang Membingungkan Ilmuwan

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ratusan bahkan ribuan fosil dari hewan-hewan yang pernah menempati bumi jutaan tahun lalu terus ditemukan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Mereka dapat dengan mudah mengelompokkan fosil-fosil tersebut karena memang terlihat jelas letak perbedaannya ada di mana. Namun, berbeda dengan fosil misterius yang satu ini, dimana fosil tersebut mampu membingungkan para ilmuwan dalam pengklasifikasiannya.
Fosil tersebut adalah Tullimonstrum atau yang biasa disebut Monster Tully. Fosil yang berusia lebih dari 300 juta tahun ini ditemukan pertama kali pada tahun 1950-an oleh seorang kolektor fosil bernama Francis Tully. Hewan tersebut termasuk genus bilaterian yang bertubuh lunak dan diperkirakan hidup di perairan pantai tropis dangkal, seperti muara berlumpur pada periode geologi Pennsylvania.
Dari segi fisik, Tully mirip seperti siput tanpa cangkang. Namun, yang membedakannya adalah hewan ini memiliki mulut yang mirip seperti lengan tangan yang sangat panjang disertai capitan tajam yang siap menggigit mangsanya. Lalu ada matanya, menonjol sedikit dari tubuh utamanya sehingga memberikannya kemampuan untuk melihat ke arah manapun.
Tully sangat membingungkan para ilmuwan, sebab ia tidak bisa diklasifikasikan dengan tepat dan jelas. Para ilmuwan belum dapat memutuskan apakah hewan tersebut termasuk vertebrata, seperti mamalia, burung, dan reptil atau invertebrata, seperti serangga, gurita, dan krustasea.
Para ilmuwan menggerakkan banyak upaya untuk mengklasifikasikan hewan yang satu ini. Penelitian difokuskan pada beberapa penampilan yang lebih menonjol, seperti usus, garis terang dan gelap dari fosil, dan capitan tajam yang menghiasi mulutnya.
Di tahun 2016, sebuah penelitian mengharuskan hewan tersebut masuk ke kelompok vertebrata, karena matanya mengandung butiran pigmen yang disebut melanosom yang disusun berdasarkan bentuk dan ukurannya, seperti halnya yang ada di hewan vertebrata lainnya. Namun, hewan invertebrata seperti gurita dan cumi-cumi juga mengandung melanosom yang disusun berdasarkan bentuk dan ukurannya, mirip seperti yang ada di mata Tully.
Pada akhirnya, Monster Tully tetap bertahan dalam kemisteriusannya, sehingga cukup untuk membuat para ilmuwan kebingungan dalam proses pengkasifikasiannya. Namun, penelitian yang terus dilakukan para ilmuwan setidaknya dapat membantu dalam mempelajari fosil pada tingkat kimia dan molekul, sehingga mungkin suatu hari nanti rahasia besar Tully dapat dipecahkan.
Sumber: theguardian.com | earthsky.org | livescience.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
