News
·
17 April 2021 23:58

Nigeria, Negara Berprestasi yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

Konten ini diproduksi oleh Absal Bachtiar
Nigeria, Negara Berprestasi yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (411840)
Kota Lagos, Nigeria | Gambar oleh Muhammadtaha Ibrahim Ma'aji dari Unsplash
Nigeria, yang terletak di Benua Afrika, dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk terpadat. Banyak warga Nigeria bermigrasi dan tersebar di berbagai negara lain di dunia. Oleh karena itu, orang Nigeria pun amat gigih dalam bertahan hidup, baik di dalam maupun di luar negeri.
ADVERTISEMENT
Tak perlu meremehkan Nigeria, hanya karena terkonotasi dengan Afrika. Nigeria memiliki posisi ekonomi terbesar di benua itu. Pun kesohor akan julukan Raksasa Afrika. Contoh kesuksesan Nigeria dapat dilihat di dunia sastra, industri musik, dan diasporanya.
Dalam industri musik, Lagosian Wizkid menduduki puncak tangga lagu Billboard Hot 100, dengan lagu One Dance bersama Drake. Ia jadi artis bergenre Afrobeat-Nigeria pertama yang tiket pertunjukannya terjual habis di Royal Albert Hall, London Inggris.
Pada prestasi sastranya, Nigeria memiliki Wole Soyinka, penulis drama Afrika pertama yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra pada 1986. Juga ada Chimamanda Ngozi Adichie, dengan novelnya yang berjudul Half of a Yellow Sun, terpilih sebagai buku terbaik yang memenangkan Women's Prize untuk kategori Fiksi.
Nigeria, Negara Berprestasi yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (411841)
Wole Soyinka, penulis drama Afrika pertama yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra pada 1986 | Wikimedia Commons/Frankie Fouganthin (CC)
Status pendidikan orang Nigeria guna meraih kehidupan pun tak diragukan lagi. Menurut Migration Policy Institute, 61 persen orang Nigeria-Amerika yang berusia di atas 25 tahun memiliki gelar sarjana, Mereka menjadi salah satu kelompok etnis paling "sukses" di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Jadi, apa rahasia sukses di balik pola pikir orang Nigeria, supaya menjadi yang terbaik? Semuanya bermula di lingkungan keluarga.
Anak-anak Nigeria, sejak usia dini, diberi ajaran untuk meraih harapan yang tinggi. Mereka diajari untuk menikah dengan baik, mengumpulkan banyak gelar pendidikan, dan berpenghasilan cukup, guna merawat orang tua pada usia senjanya.
Meskipun dalam pengajaran itu sisi ironis, dengan anak sulung lazim menanggung beban dari ekspektasi berlebih. Anak sulup pun idealnya harus mendukung adik-adiknya juga. [*]