Oitekebori dan Legenda Mistis Tokyo Abad Ke-19

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oitekebori (oiteki-bori) sebetulnya hanya ungkapan dari bahasa Jepang yang berarti “meninggalkan”. Tidak ada yang aneh dari sebuah kata tersebut, sekilas, namun ternyata mengandung cerita mistis nan aneh yang cukup dikenal oleh masyarakat Jepang.
Bermula pada zaman Edo, sebuah distrik bernama Honjo, yang sekarang menjadi Tokyo modern, memiliki banyak sungai dan kanal kecil. Di sini sebagian besar warga kota suka menghabiskan waktu untuk memancing. Suatu ketika, ada dua orang yang berjalan menyusuri sungai dan mendengar suara yang menakutkan. Suara tersebut memekik: "Oiteke!" Orang-orang itu pun lari dengan panik, meninggalkan barang bawaan mereka.
Kabar tentang suara itu menyebar ke seluruh kota. Perdebatan pun muncul. Beberapa percaya bahwa itu adalah suara kappa, sejenis makhluk air dalam cerita rakyat Jepang. Beberapa lainnya mengatakan bahwa itu adalah anjing, berang-berang, atau luak. Di sisi lain, tak sedikit juga orang skeptis yang menyatakan bahwa itu mungkin saja kode dari perampok.
Seiring berjalannya waktu, kisah tersebut menjadi sangat populer pada Zaman Edo. Bahkan, kini menjadi salah satu legenda urban yang dikenal sebagai Honjo Nanafushigi (Tujuh Keajaiban di Honjo). Ditambah dengan adanya patung Kappa yang kini semakin menegaskan popularitas mitologi dan cerita rakyat tersebut.
Patung ini dapat kamu temukan di Distrik Sumida, Tokyo. Dilaporkan Atlas Obscura, setiap hari, ada cukup banyak orang yang berkunjung, terutama turis asing yang nampaknya memang ingin mengenal cerita ini dengan lebih dalam melalui Patung Oitekebori.
