Konten dari Pengguna

Pari Manta Merah Muda Kembali Ditemukan di Perairan Australia

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Ikan Pari Manta Berenang dengan Bebas di Lautan
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Ikan Pari Manta Berenang dengan Bebas di Lautan

Keindahan pemandangan bawah laut tentu tak bisa lepas dari biota laut yang mewarnai kehidupan di dalamnya. Mulai dari organisme kecil, ikan-ikan, sampai pada terumbu karang, semua saling melengkapi untuk menunjang tingkat ekosistem terbaik di sana.

Salah satu keindahan lautan yang baru terlihat adalah kembalinya pari manta berwarna merah muda di perairan Australia. Tercatat bahwa sebelumnya, pari manta berwarna merah muda ini terakhir kali terlihat pada tahun 2015 lalu dimana ada penyelam bernama Ryan Jeffery yang berhasil mengambil gambarnya saat menyelam dan kini muncul kembali di tahun 2020.

Pari manta merah muda ini sendiri ditemukan oleh seorang fotografer bernama Kristian Laine yang menyelam ke perairan Great Barrier Reef di dekat Pulau Lady Elliot. Pada awalnya, Ia bertujuan untuk mengambil gambar beberapa hewan laut di sana, seperti kura-kura dan hiu. Namun, tak disangka Ia juga menemukan pari manta berwarna merah muda di sana.

“Saya belum pernah mendengar adanya manta merah muda, dan ketika saya pertama kali melihatnya, saya pikir ada kesalahan di pengaturan kamera saya,” kata Kristian.

Foto: Ikan Pari Manta Berwarna Merah Muda Tertangkap Kamera

Pari Manta yang berukuran 3,3 meter ini kemudian dinamai Inspector Clouseau dan diketahui sebagai satu-satunya pari manta merah muda yang ada di dunia. Lalu, bagaimana bisa ikan pari ini berwarna merah muda, dimana pada umumnya ikan pari manta itu berwarna abu-abu dan putih.

Para ilmuwan Australia yang tergabung dalam kelompok penelitian Project Manta, menjelaskan bahwa pada awalnya mereka berteori bahwa warna Inspector Clouseau ini adalah hasil dari infeksi kulit, mirip seperti bagaimana flamingo merah muda mendapatkan warna mereka dari memakan udang-udangan kecil. Namun, di tahun 2016 diketahui bahwa warna merah muda ini didapat dari mutasi genetik.

Kristina sendiri sangat senang bahwa Ia bisa mengalami pemandangan yang langka seperti itu. “Secara keseluruhan, saya sangat senang dan berharap saya bisa ada di sana untuk beberapa waktu. Saya menyadari apa yang saya saksikan, dan membuat saya terpana. Saya tidak bisa percaya betapa langkanya momen yang saya alami ini,” kata Kristina.

Sumber: sciencealert.com | nypost.com | iflscience.com

Sumber foto: pixabay.com