Konten dari Pengguna

Patung Anak-anak di Lidice, untuk Mengingat Kekejian Nazi Jerman

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Patung Anak-anak di Lidice, untuk Mengingat Kekejian Nazi Jerman
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Patung anak-anak korban perang di Desa Linice | Flickr/Donald Judge

Adolf Hitler, mendeskripsikan Reinhard Heydrich sebagai 'pria dengan hati besi'. Salah satu tokoh tergelap dalam elite Nazi dan arsitek utama holocaust. Bagi pasukan musuh, terutama pasukan Inggris dan pejuang Ceko, menyingkirkan Heydrich sama pentingnya dengan meruntuhkan kekuasaan Hitler.

Ketika Heydrich tewas pada 27 Mei 1942 oleh serangan granat, Nazi Jerman berupaya melancarkan pembalasan. Mereka menggeledah lebih dari 36.000 rumah di Ceko dan menangkap sekitar 3.000 orang.

Bahkan, pada awalnya, Hitler memerintahkan eksekusi 10.000 orang Ceko yang dipilih secara acak. Perintah ini dibatalkan lantaran wilayah Ceko mencakup zona industri yang penting bagi militer Jerman dan pembunuhan besar-besaran akan mengurangi produktivitas daerah tersebut.

Tetapi kambing hitam atas kematian Heydrich sangat dibutuhkan; Nazi Jerman memilih Desa Lidice. Tindakan tersebut didasarkan atas laporan Geheime Staatspolizei (Gestapo) atau polisi rahasia Nazi Jerman, yang menyatakan bahwa Lidice sering jadi tempat persembunyian beberapa perwira Ceko dan pasukan Inggris.

Reinhard Heydrich (Foto: Flickr.com/adam_jones)
zoom-in-whitePerbesar
Reinhard Heydrich (Foto: Flickr.com/adam_jones)

Maka pada 9 Juni 1942, saat hari pemakaman Heydrich, pasukan Jerman mengepung Desa Lidice. Menutup semua jalan keluar, menangkap, dan menembak mati hampir semua orang desa. Sementara para wanita dan anak-anaknya di bawah ke kamp pembantaian untuk 'digas'. Beberapa anak yang dianggap cocok (secara rasial) untuk 'dijermanisasi' diserahkan kepada keluarga Schutzstaffel (SS) Jerman.

Sebanyak 340 orang tewas di Lidice, di antaranya 192 pria, 60 wanita, dan 88 anak-anak. Hanya 153 wanita dan 17 anak yang dilaporkan selamat dari pembalasan Jerman.

Itu perstiwa kelam yang sulit dilupakan orang-orang di sekitar Lidice. Karenanya, seniman Marie Uchytilova membuat 'memorial untuk anak-anak korban perang' pada 1990.

Uchytilova mendirikan 82 patung perunggu, yang berbaris menghadap desa tua Lidice. Mereka menatap sisa reruntuhan yang dahulu disebut rumah.