News17 Maret 2020 20:45

Penistaan Penggambaran Yesus dari Bangsa Romawi

Konten kiriman user
Penistaan Penggambaran Yesus dari Bangsa Romawi (14465)
Foto: Inilah Gambar Grafiti Penistaan Terhadap Penyaliban Yesus di Zaman Romawi.
Di Roma, ada sebuah museum yang bernama Palatine, di sana tersimpan sebuah gambar grafiti kuno yang terukir pada lempengan marmer dan batu kapur. Grafiti tersebut sampai merusak beberapa dinding istana dan bangunan publik di seluruh Kekaisaran Romawi.
ADVERTISEMENT
Alexamenos Graffito, itulah grafiti kuno yang menggambarkan sosok seorang pria dengan kepala keledai yang disalibkan di tiang salib. Di sebelahnya, ada seorang pria yang lebih kecil, menghadap pria yang disalib, dengan tangan kiri menghadap atas, dan tangan kanan menghadap bawah. Di bawahnya, terdapat tulisan yang bertuliskan “ΑΛΕ ξΑΜΕΝΟϹ ϹΕΒΕΤΕ ϑΕΟΝ”, yang berarti “Alexamenos menyembah Tuhannya.”
Grafiti tersebut dibuat sekitar abad pertama dan ketiga, dimana sosok yang merepresentasikan grafiti yang paling awal diketahui dari penyaliban Kristus. Grafiti tersebut banyak ditemukan di kompleks bangunan yang digali pada tahun 1857 di Bukit Palatine, Roma. Kompleks istana kekaisaran dulunya adalah rumah Kaisar Caligula, sebelum menjadi sekolah asrama bagi anak-anak penyampai pesan dari Bangsawan Romawi.
ADVERTISEMENT
Dari sejarah yang tercatat, diyakini grafiti tersebut dibuat oleh seorang siswa nakal untuk mengejek siswa lain yang bernama Alexamenos, seorang Kristen yang sangat taat. Pada saat itu, agama Kristen dicemooh oleh para penyembah patung Kekaisaran Romawi sebagai agama minoritas yang aneh, dimana berpusat pada seorang pria yang dihukum sebagai penjahat dengan salah satu bentuk eksekusi yang paling memalukan. Gagasan tentang tuhan yang menderita itu sangat konyol bagi mereka dan absurd dari sebuah konsep penyelamat yang dikalahkan oleh kekuatan jahat.
Marcus Cornelius Fronto, seorang ahli pidato dan retorika abad ke-2 Roma bahkan mengatakan, “Agama orang-orang Kristen itu bodoh, mereka menyembah orang yang disalibkan, dan bahkan alat hukumannya sendiri. Mereka dikatakan menyembah kepala keledai, dan begitulah sifat dari orang yang mereka sebut Bapa.”
ADVERTISEMENT
Penggambaran ini pasti telah menyinggung banyak orang yang percaya, tetapi beberapa menganggapnya sebagai lelucon. Penulis Kristen abad ke-3, Tertullian menyebutkan anekdot aneh yang terjadi di Carthage, dimana Ia melihat seorang Yahudi murtad membawa gambar seorang pria berpakaian toga, dengan kepala keledai dan kuku pada kaki. Alih-alih merasa terhina, Tertullian geli dengan lelucon tersebut dan menulis bahwa, “Kami menertawakan label dan gambar tersebut”.
Selain dari satu ukiran nakal tersebut, penyaliban jarang digambarkan dalam seni Kristen sampai abad ke-6. Pada saat itu, yang khas hanyalah janggutnya, dengan rambut sebahu, dan wajah yang panjang telah menjadi standarisasi.
Sumber: reddit.com | amusingplanet.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white