Konten dari Pengguna

Perjalanan Columbus dengan Kelompok Kanibal di Kepulauan Karibia

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Columbus tiba di kepulauan Karibia
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Columbus tiba di kepulauan Karibia

Pada tahun 1492, Christoper Columbus telah mendokumentasikan perjalanannya mengarungi samudera biru, termasuk selama perjalanannya ke Kepulauan Karibia dan bertemu dengan para perompak kanibal yang ada di sana. Bertahun-tahun, para peneliti menganggap itu hanyalah sebuah dokumentasi palsu, akan tetapi sebuah studi terbaru malah mengungkapkan hal sebaliknya.

Kelompok kanibal tersebut bernama Carib. Menurut studi yang dilakukan, mereka telah menyerbu Jamaika, Hispaniola, dan Bahama sekitar tahun 800 Masehi. Dalam waktu yang tidak lama, mereka sudah berhasil menguasai sebagian besar Kepulauan Karibia.

Foto: Peta kepulauan Karibia

Columbus sendiri datang saat kelompok Kanibal itu sudah memperluas teritorinya di bagian utara Karibia. Penjelajah dari Italia tersebut mendeskripsikan Carib sebagai Caniba, dimana pada saat itu Carib sering meneror Arawak, sebuah kelompok yang hidup di Kepulauan Karibia. Kelompok Carib ini sering menculik perempuan dari kelompok Arawak dan memakannya hidup-hidup.

Para peneliti telah meneliti 100 tengkorak yang ada di Kepulauan Karibia dan menganalisisnya. Tengkorak tersebut sangat mudah diidentifikasikan sebagai tengkorak milik kelompok Carib, karena metode “perataan tengkorak” yang telah mereka lakukan dulu, dimana ada tanda melengkung pada tulang tengkorak mereka. Diyakini bahwa peninggalan tengkorak ini dari tahun 800 Masehi hingga 1542 Masehi.

“Saya telah menghabiskan bertahun-tahun mencoba untuk membuktikan bahwa Columbus salah, padahal sebenarnya dia benar. Ada Carib di Karibia Utara ketika dia tiba di sana,” jelas William Kegan, kurator Museum Sejarah Alam Florida di Karibia. “Kita harus menafsirkan kembali semua yang kita tahu,” tambahnya.

Pada penemuan tengkorak tersebut, ada tiga kelompok suku yang berbeda. Sebelumnya diyakini bahwa mereka datang dari Yucatan, Kolombia, dan Venezuela. Studi terbaru menyatakan bahwa mereka juga berasal dari Bahama dan Hispaniola.

Meskipun pada faktanya kelompok Carib senang melakukan hal yang buruk kepada kelompok Arawak, namun kelompok Carib juga ternyata sering melakukan perkawinan antar kelompok. “Praktik kanibalisme memang mungkin terlibat. Kami harus menafsirkan kembali semua yang kami tahu,” kata Keegan.

Sumber: iflscience.com | livescience.com | sciencedaily.com

Sumber foto: wikimedia.org