Konten dari Pengguna

Pertanyaan Sebelum Tidur: Sejak Kapan Manusia Menciptakan Kasur?

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Wokandapix dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Wokandapix dari Pixabay

Setelah lelah berkegiatan, saat malam tiba dan mata mulai mengantuk, hal yang paling kita idamkan ialah merebah diri di atas ranjang. Tetapi, sering kali kita tidak mampu langsung terlelap, ada saja satu atau dua pertanyaan yang muncul di dalam benak. Salah satunya, mungkin kita pernah bertanya: siapa sih yang pertama kali bikin kasur?

Agar tidak penasaran, mari baca catatan historis tentang kasur.

Desain awalnya muncul 77.000 tahun lalu

Bukti paling awal eksistensi kasur berasal dari Zaman Batu, sekitar 77.000 tahun yang lalu. Di gua-gua di Afrika Selatan, manusia tidur di atas kasur sederhana yang mereka tenun dengan tangan. Bentuknya awalnya mirip dengan matras.

Hidup di gua sungguh tidak nyaman dan menyediakan alas di lantai adalah cara terbaik untuk menghindari serangga yang merayap. Karena manusia purba juga sering makan malam di spot yang sama, kasur menjadi rentan berminyak setelah beberapa kali digunakan, sehingga mereka akan membakarnya dan membuat lagi yang baru.

Lalu dari tumpukan batu

Di Catalhoyuk, Turki, pada masa Neolitikum (10.000 tahun yang lalu), manusia mulai membangun desain tempat tidur yang lebih tinggi dari lantai.

Sementara di pemukiman Skara Brae, Orkney, yang berusia 6.000 tahun, orang-orang akan menumpuk beberapa batu dan menempatkan batu datar paling besar di atasnya. Benda ini pada dasarnya adalah tempat tidur pertama yang pernah diciptakan oleh manusia.

Orang Mesir kuno suka kasur yang miring

Golongan orang kaya di Mesir kuno memiliki tempat tidur yang sudah didesain dengan kaki-kaki. Mereka mengukirnya dengan indah, dengan menggunakan kaki binatang di masing-masing sudut.

Berbeda dengan tempat tidur modern, kasur di Mesir kuno tidak dirancang datar. Tetapi cenderung miring ke bawah, sehingga bagian kaki lebih rendah dari kepala.

Kasur di Eropa berukuran luar biasa

Di Eropa pada Abad Pertengahan, kebanyakan orang miskin akan tidur di atas matras dan jerami. Berbeda dengan orang kaya yang sudah mulai mengembangkan "tempat tidur yang bagus".

Desainnya amat unik dan yang paling terkenal adalah Great Bed of Ware dari masa Elizabethan. Ukuran tempat tidur ini sangat luas sehingga bisa menampung lebih dari 10 orang. Satu tim sepak bola kemungkinan bisa rebahan bersama di atasnya.

Memang, kasur pada zaman itu dirancang untuk mudah dibongkar, agar orang kaya dapat membawanya ketika mereka melakukan perjalanan ke berbagai kastil di wilayah lain.

Tempat tidur besi untuk melawan penyakit

Pada masa lampau, hampir semua tempat tidur terbuat dari kayu. Lalu, pada abad ke-19, sekitar tahun 1860-an, orang-orang mulai sadar akan bahaya kuman. Mereka pun mengganti rangka tempat tidur, awalnya dari kayu yang sering menjadi sasaran kutu dan serangga, dengan bahan dari besi.

Bahan tersebut lebih mudah dibersihkan dan karenanya lebih higienis. Pada abad ke-19 juga mulai muncul perubahan dalam desain kasur, salah satunya ialah kemunculan kasur pegas.

Anak-anak mulai memiliki kasur mandiri

Kebiasaan historis: sebuah keluarga akan tidur bersama di ranjang yang sama. Prinsip ini berlaku hampir di semua benua. Tetapi orang-orang Eropa pada era Victoria mulai merealisasikan gagasan bahwa setiap orang harus tidur secara terpisah.

Pakar kesehatan pada masa itu mengimbau bahwa anak-anak harus tidur jauh dari orang tua mereka, untuk mencegah penyebaran penyakit. Bahkan, imbauan ini disebarkan dengan mitos bahwa orang dewasa mungkin bisa menyedot energi masa muda anak-anak saat malam hari.

Foto oleh ErikaWittlieb dari Pixabay

Setelah membaca catatan historis soal kasur, tentu kamu tidak lagi penasaran, kan?. Silakan tidur dengan nyenyak ya ....