Perusahaan Berusia Lebih Dari 1400 Tahun Ada di Jepang

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bicara soal perusahaan dengan usia tua yang ada di dunia, Thomas Cook adalah yang paling sering disebut. Perusahaan agen perjalanan asal Inggris itu sudah berdiri pada tahun 1841 sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada September 2019.
Sebelum Thomas Cook, ternyata ada perusahaan yang mampu memiliki usia lebih tua. Perusahaan itu adalah Kongo Gumi yang bergerak di sektor konstruksi khusus untuk membangun dan merenovasi kuil Buddha.
Kongo Gumi didirikan oleh seorang tukang kayu bernama Shigemitsu Kongo yang datang dari Korea ke Jepang untuk membangun kuil Buddha pertama negeri itu di Shitennojo. Kongo diketahui tiba di Jepang pada tahun 578 M.
Saat baru datang di Jepang, Kongo menyaksikan orang-orang Jepang yang baru mulai memeluk agama Buddha belum memiliki pengalaman dan kemampuan memadai untuk membangun kuil. Inilah yang mendorong berdirinya Kongo Gumi.
Kongo Gumi biasa mengerjakan proyek pemeliharaan dan perbaikan kuil yang rusak karena kebakaran dan perang. Untuk pembangunan, Kongo Gumi pernah terlibat dalam membangun banyak bangunan terkenal seperti Horyu-ji (607), Koyasan (816), serta Kastil Osaka (1583).
Sebagai sebuah perusahaan, Kongo Gumi memiliki prinsip untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Kongo Gumi begitu menghormati dan dekat dengan pelanggaannya meski sudah mampu menghasilkan banyak keuntungan.
Kunci keberhasilan Kongo Gumi lain terletak pada kepemimpinannya, meski wujudnya adalah perusahaan keluarga, Kongo Gumi tidak selalu otomatis mewariskan kepemimpinan perusahaan kepada putra tertua di keluarga. Bagi Kongo Gumi, kompetensi adalah hal yang lebih dikedepankan ketimbang warisan.
Sepanjang sejarahnya, Kongo Gumi sudah melewati lika-liku rintangan bisnis. Saat restorasi Meiji diberlakukan di Jepang pada 1800-an misalnya, Kongo Gumi mampu bertahan di tengah upaya penghancuran banyak kuil Buddha. Kemudian saat Perang Dunia Kedua meletus, Kongo Gumi terjun ke usaha pembuatan peti mati dari kayu. Setelah perang usai, barulah kembali ada banyak proyek perbaikan kuil yang rusak.
Kongo Gumi terus eksis secara independen hingga pada tahun 2006 Kongo Gumi diakuisisi oleh perusahaan konstruksi Takamatsu. Di bawah naungan Takamatsu, Kongo Gumi menjadi salah satu anak perusahaan.
Sumber: cnn.com | amusingplanet.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
