Konten dari Pengguna

Pesona Ukiran Kayu dari Dongyang

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni kuno ini sudah eksis sejak lebih dari 13 abad lalu.

Pesona Ukiran Kayu dari Dongyang
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Ukiran kayu khas Dongyang | Twitter/Colossal

Dahulu, saat Dinasti Qing yang dipimpin Kaisar Qianlong, ratusan pengrajin kayu diundang datang untuk menghias istana. Itu adalah pada 1700-an, ketika ukiran kayu elegan masih merajai dekorasi ruangan.

Contoh ukiran yang megah tersebut masih dapat kita temukan di seluruh peninggalan istana di Suzhou; ini merupakan seni yang telah muncul di Dongyang sejak masa Dinasti Tang (13 abad yang lalu). Seni ukiran kayu semakin berkembang pada masa Dinasti Song, kemudian mencapai puncaknya ketika periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Ukiran kayu Dongyang terkenal akan relief yang rumit, kaya akan komposisi gambar, dan menghadirkan bentuk tiga dimensi. Lazimnya, detail seni tersebut menceritakan kisah-kisah bersejarah atau legenda, yang terkadang juga menghidupkan sastra klasik Tiongkok.

Cukup disayangkan, ketika saat ini arsitektur modern di Tiongkok telah hampir melupakan desain tradisi lama yang mencerminkan adat istiadat. Meski, patut juga disyukuri, masih banyak pemahat yang dipesan untuk membuat potongan-potongan dekoratif guna menghias ruangan.