Konten dari Pengguna

Pohon yang Miring Mengikuti Arah Khatulistiwa

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Pohon cemara yang berada di Slope Point, Selandia Baru
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pohon cemara yang berada di Slope Point, Selandia Baru

Ada sebuah wilayah paling selatan di Pulau Selandia baru yang menjadi rumah bagi pohon berbentuk aneh. Wilayah itu diberi julukan Slope Point, berada di dekat terbing terjal yang agak masuk ke lautan. Angin di wilayah itu sangat kencang sehingga dapat menghancurkan tanah dan semua tanaman diatasnya. Kendati begitu, ada sekumpulan pohon yang mampu tumbuh dan bertahan di wilayah ekstrim tersebut.

Hesperocyparis Macrocarpa adalah pohon cemara berukuran sedang, yang sering tumbuh menjadi tidak teratur akibat angin kencang yang khas di daerah tempatnya ditanam. Dalam kondisi wilayah normal, pohon ini dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter (133 kaki), memiliki diameter batang mencapai 2,5 meter (lebih dari kaki). Daunnya berwarna hijau cerah memiliki aroma seperti lemon yang sedang dihancurkan, berbentuk sisik dengan panjang 2-5 mm, dan diproduksi pada pucuk bulat (tidak pipih).

Pohon cemara ini satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di wilayah Slope Point. Itulah yang menyebabkan mereka memiliki pertumbuhan yang tidak biasa. Cabangnya tidak tumbuh ke atas melainkan kesamping dan tampak seperti membungkuk pada sudut yang aneh. Ranting-rantingnya menempel ke samping layaknya tatanan rambut yang berantakan.

Udara dingin yang berputar disekitar Samudra Antartika, menyebabkan angin mendapat kekuatan besar sebelum bertiup ke benda apa pun yang pertama kali mereka temui. Pohon cemara disana tumbuh dengan menanggung beban dari serangan berangin, menyebabkan mereka menekuk ke utara yang merupakan arah khatulistiwa.

Pohon cemara ini pertama kali ditanam oleh peternak domba Jeremiah O'Brien, dari County Limerick, yang menikah dengan keluarga Haldane seorang pemukim asli di daerah tersebut. Tujuannya sebagai perlindungan bagi kawanan ternak mereka dari cuaca liar. Domba-domba di wilayah tersebut cukup terkenal, ditambah para peternak sengaja meliarkan dombanya untuk merumput di padang rumput dekat pohon itu berada.

Foto: Tanda jalan yang akan memberitahu lokasi kita, Kutub Selatan dan Khatulistiwa

Ketika cuaca sedang cerah, sinar matahari akan tampak menyoroti simpul cemara yang berbonggol-bonggol, membuatnya terlihat seperti karya seni yang nyata. Slope Point sebenarnya wilayah yang indah untuk dijelajahi, dengan padang rumput yang hijau membentang ke arah cakrawala. Mengarah langsung ke tebing berbatu yang terdapat air terjun dibawahnya. Tempat indah ini memang jarang dihuni, kecuali oleh domba-domba liar itu.

Jika Anda tertarik berkunjung ke sana, perhatikan tanda jalan berwarna kuning kenari. Lewat tanda itu Anda akan diberi tau tentang lokasi Anda, Kutub Selatan dan Khatulistiwa. Namun jangan berwisata ketika bulan September hingga November karena jalanan disana akan tutup pada waktu-waktu itu. Hal ini karena domba-domba di Slope Point sedang musim beranak.

Sumber : Stuff.co.nz | altasobcura.com

Sumber foto: commons.wikimedia.org