Konten dari Pengguna

Rahasia Batu Coade yang Anti-korosi dan Sulit Dihancurkan

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Patung singa yang terbuat dari batu coade | Commons Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Patung singa yang terbuat dari batu coade | Commons Wikimedia

Di ujung timur Jembatan Westminster, London, terdapat sebuah patung singa besar yang sulit dihancurkan. Patung itu tidak terbuat dari batu alam atau beton, melainkan dari campuran bahan khusus yang resepnya telah hilang selama lebih dari seratus tahun yang lalu.

Patung singa berumur ratusan tahun itu terlihat gagah tanpa ada satu pun tanda-tanda pelapukan. Bahkan detail modelnya masih jelas terlihat walaupun berabad-abad terpapar korosi atmosferik Kota London. Masyarakat Inggris menyebut batu luar biasa itu dengan julukan batu "coade" yang ternyata dinamai berdasarkan pendiri pabriknya: Eleanor Coade.

Menurut Caroline Stanford, seorang sejarawan dan penulis Inggris.:

“Batu coade adalah formula tunggal yang dipatenkan, kemungkinan menjadi mitos yang paling gigih, Namun, rahasia keunggulan produknya terletak pada keterampilan sempurna para pengrajinnya yang mampu mencampur tanah liat dengan pembakaran sempurna melalui tungku."

Ukiran dari batu coade | Commons Wikimedia

Memang, keunggulan produk Eleanor terletak dari proses pembuatannya yang sangat memakan waktu dan membutuhkan tenaga kerja terampil. Pertama, prototipe (model awal patung) dibuat dari tanah liat dengan ukuran sekitar 10% lebih besar dari yang seharusnya (untuk mengantisipasi adanya penyusutan selama pembakaran). Lalu, cetakan plester dibuat dari model asli tanah liat ini dengan beberapa bagian yang bisa dilepas dan dipasang kembali.

Cetakan plester yang mudah dilepas dan dipasang itu akan sangat berguna, ketika campuran tanah liat coade disiapkan, ia dapat mudah ditekan ke dalam cetakan dengan menggunakan tangan (terbukti dari banyaknya potongan batu coade tua yang masih membawa sidik jari pekerja di bagian dalamnya).

Kedua, setelah campuran tanah liat mengeras, cetakan plester dihilangkan dan patung dibakar dalam tungku selama beberapa hari. Tahap ini menjadi tahap paling kritis dari proses tersebut. Seringkali para pekerja harus terjaga sepanjang malam demi menjaga api tetap stabil agar suhunya konsisten. Eleanor sangatlah selektif terhadap produknya.

Tak jarang, jika para pekerja melakukan kesalahan, seperti batang besi terkorosi atau muncul retakan, hasil upayanya akan ditolak mentah-mentah oleh Eleanor. Ia mempertahankan standar kontrol tinggi agar produk yang dihasilkannya memiliki kualitas terbaik. Itulah mengapa sebagian besar batu coade yang keluar dari tempat pembakarannya selalu nampak sempurna.

Sumber:

  • The Secret of Coade Stone | amusingplanet.com

  • ELEANOR COADE | peoplepill.com