Konten dari Pengguna

Rahasia Gagalnya Pembunuhan Terhadap Ratu Elizabeth II

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggal 14 Oktober 1981, seorang remaja di Selandia Baru hampir saja mengguncang politik dunia lewat polah bengisnya.

Christopher John Lewis, berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Ratu Elizabeth II. Kemunculan tembakan tentu tak masuk dalam agenda acara kunjungan Ratu Kerajaan Inggris di negara tersebut.

Beruntung bagi sang ratu, serta untuk Kerajaan Inggris, lantaran tembakan Lewis meleset. Lewis ditangkap, tapi percaya atau tidak, kasus tersebut ditutupi agar jangan sampai ramai diberitakan publik.

Ratu Elizabeth II sedang menyampaikan suatu pidato. (Foto: UK Home Office via Wikimedia Commons)

"Fakta percobaan pembunuhan terhadap ratu telah terjadi di Selandia Baru, terlalu panas secara politis," Muray Hanan, mantan pengacara Lewis, dikutip dari The Guardian, Sabtu (13/1/2018).

Menurut mantan anggota polisi Kota Dunedin, Tom Lewis yang berada di tempat kejadian, polisi segera menyamarkan keseriusan ancaman dengan mengatakan kepada pers Inggris bahwa suara letusan hanya bunyi petasan tanda penyambutan.

Robert Muldoon, mantan Perdana Menteri Selandia Baru, takut apabila fakta tersebut sampai menyebar luas maka tidak akan pernah ada lagi anggota Kerajaan Inggris yang mau mengunjungi Selandia Baru.

Di sisi lain, Lewis bukan hanya menargetkan pembunuhan terhadap Ratu Elizabeth II. Dua tahun setelah kejadian sensasional itu, dia terbukti merencanakan pembunuhan terhadap Pangeran Charles.

Lewis ditahan di salah satu bangsal psikiatri (diklaim "gila") di Inggris, sampai tahun 1995 dia dipulangkan ke Selandia baru. Pada 1997, Lewis bunuh diri ketika berusia 33 tahun.