Konten dari Pengguna

Rat King, Fenomena Langka Ekor Tikus Saling Terlilit

Absal Bachtiar
Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
12 Juli 2018 6:20 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Biasanya, tikus-tikus malang yang terlibat kejadian ini akan mati berjamaah.
Foto: Bukti Rat King di Museum Mauritianum (wikimedia.org)
ADVERTISEMENT
Fenomena Rat King sangat jarang terjadi, sulit juga bagi manusia untuk dapat melihatnya secara langsung --ketika komplotan tikus yang terlibat peristiwa ini masih hidup. Biasanya kita cuma menemukan sisa kejadian, saat tikus-tikus telah mati dengan ekor saling terlilit satu sama lain.
Salah satu bukti Rat King paling valid dapat kita lihat di Museum Mauritianum, Altenburg, Jerman. Dipercaya sebagai Rat King terbesar lantaran melibatkan 32 tikus; mereka awalnya ditemukan di sebuah pabrik di Buchheim pada tahun 1828.
Apa sebetulnya penyebab Rat King masih diperdebatkan, tetapi menurut sebuah hipotesis: Rat King terjadi ketika tikus-tikus gugup/ketakutan lalu saling membelitkan ekor. Ikatannya justru semakin menguat tatkala mereka mulai panik dan kesulitan melepaskan lilitan.
Rat King juga dapat terjadi karena tikus-tikus kedinginan dan berkerumun ketika tidur. Tanpa disadari lilitan ekor mereka mulai membeku; ketika bangun mereka terburu-buru ingin melepaskan ekor masing-masing. Dugaan tersebut cukup berdasar mengingat sebagian bukti Rat King kerap ditemukan di negara-negara yang mengalami musim dingin.
ADVERTISEMENT