Konten dari Pengguna

Rencana Dr. Voronoff, Membuat Manusia 'Abadi' dengan Zakar Monyet

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dr. Serge Voronoff | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dr. Serge Voronoff | Wikimedia Commons

Ada banyak penelitian aneh di dunia ini, tak terkecuali dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Serge Voronoff. Ia adalah dokter yang dikenal sebagai “ahli kelenjar monyet” dan percaya bahwa penuaan pada manusia dapat dihentikan dengan mencangkokkan testis monyet ke manusia. Itu merupakan salah satu gagasannya yang paling sederhana.

Dokter yang lahir pada tahun 1866 di Rusia tersebut pernah belajar teknik bedah dan transplantasi yang kemudian membawanya memenangkan hadiah nobel. Mulai saat itulah, Ia percaya bahwa ada kemungkinan transplantasi dari hewan ke manusia yang dapat menghentikan penuaan, meskipun dengan melakukan modifikasi hormon.

Eksperimen pertamanya dilakukan pada hewan, dengan mentransplantasikan organ, jaringan, dan tulang di antara spesies hewan. Ia mencoba menanamkan jaringan testis seekor kuda muda ke kuda yang lebih tua.

Dalam eksperimen tersebut, Ia juga menyadari bahwa adanya kesamaan biologis antara manusia dan monyet. Di tahun 1915, Ia kemudian melakukan penanaman kelenjar tiroid simpanse ke sebuah anak kecil yang kekurangan mental. Setahun berikutnya, anak tersebut terlihat lebih sehat dan mentalnya kembali normal.

Foto: Karikatur Voronoff saat melakukan operasi | Wikimedia Commons

Voronoff sekali lagi ingin berfokus pada penelitiannya terhadap testis. Pada bulan Juli 1920, Ia telah melakukan pencangkokkan dari potongan testis monyet muda dan dijahit di area skrotum pasien. Ia membantah bahwa prosedur ini dapat mengembalikan energi muda hingga menyembuhkan kepikunan. Ia mengatakan, bahwa metode ini hanya dapat membuat pasien selalu awet muda, yang disebutnya “peremajaan”.

Ia kemudian mempresentasikan prosedurnya ini kepada ribuan anggota Kongres Bedah Internasional di London. Ia juga menerima setidaknya 300 orang pasien yang akan menjalani prosedurnya tersebut. Voronoff pun kemudian membeli sebuah kastil besar sebagai markas penelitian dari eksperimennya tersebut.

Setelah melakukan serangkaian pencangkokkan selama beberapa tahun, diketahui bahwa hasil yang didapatkan hanya dapat bertahan sekitar tiga sampai lima tahun. Lebih dari itu, kelenjar yang dicangkokkan akan mati, dan membuat pasien kembali ke keadaan seperti semula. Namun, pencangkokkan dapat terus dilakukan ulang selama itu yang diinginkan oleh pasien.

Voronoff kemudian mencoba untuk meneliti dan menemukan solusi baru agar hasil pencangkokkan dapat berjalan dengan lama, tidak hanya berhenti sampai 5 tahun saja. Namun sayangnya, Ia meninggal dunia pada tahun 1951, dan belum menyelesaikan penelitian terbarunya tersebut.

Antara tahun 1920 dan 1940, ada sekitar 2.000 pasien yang telah berhasil melakukan pencangkokan testis monyet ke tubuh mereka. Dalam pandangan modern, prosedur tersebut mungkin tampak konyol, namun bukti keberhasilannya benar-benar nyata, setidaknya pada masa-masa tersebut.