Robert Liston, Ahli Bedah Tercepat dan Terbrutal pada Abad ke-19

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prosedur bedah mungkin masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang untuk saat ini. Meskipun saat ini sudah ada obat bius yang akan menghilangkan rasa sakit pada area yang akan dioperasi, namun operasi bukanlah prosedur yang dapat membuat seorang pasien merasa nyaman.
Begitulah yang sekiranya terjadi pada abad ke-19, di mana pada masa tersebut, obat bius masih belum ditemukan. Jadi, apabila kamu akan melakukan operasi di salah satu tubuh kamu, maka kamu akan merasakan rasa sakit tersebut.
Meskipun obat bius atau tindakan anestesi belum ditemukan, namun sudah cukup banyak dokter bedah yang dapat melakukan operasi secepat mungkin. Saat itu, semakin cepat operasi, maka semakin sebentar pula rasa sakit yang dirasakan. Dan salah satu dokter bedah tercepat yang paling terkenal adalah Robert Liston.
Dokter Liston dapat melakukan prosedur bedah yang panjang dan rumit dalam waktu kurang dari dua setengah menit. Ia adalah ahli bedah Skotlandia paling terkenal atas kecepatan dan keterampilannya dalam menggunakan pisau bedah, sehingga Ia pun dijuluki sebagai ‘Pisau Tercepat’. Ia juga dikagumi oleh rekan-rekannya, karena memiliki tingkat kegagalan hanya sepersepuluh dari semua pasien yang ditanganinya.
Kecepatan yang dimiliki oleh Dokter Liston memang luar biasa, sekaligus membuat orang-orang takut melihatnya. Saat melakukan demonstrasi di depan banyak orang, Ia terkadang melukai bagian tubuh pasien yang tidak ada hubungannya dengan area pembedahan dan pernah tidak sengaja mengeluarkan testis pasiennya.
Ia juga dikatakan telah menjadi satu-satunya ahli operasi yang menghasilkan tingkat kematian hingga 300%. Saking cepatnya, ia bahkan pernah memutuskan jari asistennya dan tidak sengaja memotong mantel seorang penonton. Penonton tersebut sampai syok dan mati di tempat, diikuti dengan asisten dan pasiennya yang meninggal karena sepsis.
Meskipun begitu, ia menjadi dokter yang paling dipercaya pada waktu itu. Ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan eter selama operasi di tahun 1846. Prosedur yang dilakukannya tersebut pun berhasil dan menjadi tonggak awal dari anestesi di Eropa.
